Connect With Us

Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang Berpotensi Konflik

| Senin, 20 Mei 2013 | 18:15

Ilustrasi. (tangerangnews / tangerangnews)

TANGERANG -Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tangerang berpotensi rawan gugagatan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya permasalahan yang muncul dalam tahapan Pilkades, yang akan diselenggarakan 31 Juni mendatang. Beberapa permasalahan yang muncul, diantaranya adalah mengenai minimnya anggaran yang diberikan pemerintah dalam membiaya Pilkades.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang hanya menyediakan anggaran Rp 15juta per-desa, dan Rp 770juta untuk biaya keamanan ke 147 desa di 29 kecamatan. Sehingga, selebihnya dibebankan kepada para kandidat, atau calon kepala desa. 

Berdasarkan informasi yang didapat www.TangerangNews.com, biaya Pilkades bisa mencapai hingga Rp 500juta.
Sehingga, disinyalir banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan, untuk melemahkan kandidat tertentu yang tidak mempunyai banyak uang.

Seperti yang terjadi di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Karena tidak mampu membayar biaya sebesar Rp 350juta, Mohamad Yusuf dicoret sebagai calon Kades. Yang pada akhirnya, karena dengan dicoretnya Mohamad Yusuf dari pencalonannya, ketua panitia Pilkades Desa Gelam Jaya membuka pendaftaran gelombang ke II.

"Anehnya, dalam pendaftaran calon pada gelombang II ini, Mohamad Yusuf tidak diperbolehkan mendaftar lagi. Dengan alasan sudah gugur," ujar Suwarno, juru bicara Mohamad Yusuf , Senin (20/5).

Suwarno juga mengatakan, gugurnya Mohamad Yusuf dalam pencalonannya karena tidak bisa memenuhi persyaratan secara administrasi.

"Kalau alasan dari panitia, katanya karena Mohamad Yusuf terlambat melunasi biaya yang harus ditanggung. Dan, disini juga sempat terjadi kekacauan masalah biaya. Awalnya panitia meminta uang biaya diatas Rp 500juta. Tapi setelah beberapa kali dirapatkan, sepakat menjadi Rp 345juta. Memang, dari biaya tersebut harus ditanggung berdua oleh dua orang kandidat tersebut. Yaitu Mohamad Yusuf dengan Muldi lawannya," papar Suwarno.

Namun,  karena dari pihak Mohamad Yusuf hanya mampu membayar Rp 100 juta, lanjut Suwarno, telah terjadi kesepakatan, jika kekurangannya akan ditanggung oleh Muldi.
 
"Waktu terjadi kesepakatan, disaksikan oleh Pak Camat. Namun, dalam perjalanan-nya, apa yang dikatakan oleh Muldi tidak ditepati, dan tahu-tahu Mohamad Yusuf oleh panitia Pilkades diberikan surat, yang isinya dia diangap mengundurkan diri," katanya. 

Suwarno juga mengatakan, saat pembentukan BPD serta pantia Pilkades juga dianggap tidak transparan. Karena tidak diinformasikan kepada masyarakat luas.
"Saya juga tidak tahu, kapan BPD dibentuk, dan kapan panitia dibentuk. Tahu-tahu sudah ada proses tahapan pengambilan formulis, serta pendaftaran," tandasnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Sapri mengatakan, proses Pilkades menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, yang dalam hal ini adalah bagian pemerintahan desa (Pemdes), melalui kecamatan.
"Sebenarnya camat mempunyai tanggungjawab penuh dalam pelaksanaan Pilkades ini. Mulai dari pembentukan BPD, hingga pembentukan panitia, camat harus memonitoring terus. Bahkan, pada saat penentuan biaya pun, camat harus terus memonitori. Jangan muncul setelah ada permasalahan seperti ini," ujar Sapri.

Sapri juga tidak memungkiri, masalah pembiayaan yang dibebankan oleh para calon, memang sangat berpotensi terjadi perselisihan konflik.
"Tidak menutup kemungkinan, bagi para calon yang mempunyai banyak uang, bisa saja mereka melakukan kecurangan. Seperti yang dicontohkan di Desa Gelam Jaya. Dan ini camat harus bertanggung jawab sepenuhnya. Jangan sampai terjadi penjegalan-penjegalan seperti ini," tandasnya. (MOE)
BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Selisih dengan Pelatih, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kamp Timnas Portugal

Selisih dengan Pelatih, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Kamp Timnas Portugal

Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:00

Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp pelatihan Timnas Portugal dan terbang ke Madrid menggunakan jet pribadi setelah terlibat perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill