Connect With Us

Polisi Tangkap Pencuri Gelang Emas Modus Menjajal Pakaian

| Selasa, 4 Juni 2013 | 21:08

Ilustrasi. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Petugas Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang berhasil menangkap seorang pencuri yang biasa melakukan modus operandi menjajal pakaian,  untuk mengambil perhiasan emas korbannya.
 
Pelaku yang berinisial PW, 32,  itu ternyata adalah residivis yang juga warga Jalan Jaya No.25 RT 02/10, Kelurahan  Cengkareng Jakarta Barat. Dia  digelandang ke Mapolsek Cikupa, setelah kedapatan menggasak gelang emas yang dikenakan Icha ,43, yang sedang berbelanja di Pasar Cikupa.
 
Kanit Reskrim Polsek Cikupa AKP Toto Daniyanto mengatakan, PW ditangkap ketika usai beraksi di pasar Cikupa.
 
“Pelaku mengambil gelang tangan korban dengan berpura- pura meminta tolong ke korban untuk membantu mencoba baju yang baru dibeli pelaku untuk ibunya, di kios busana ,” kata Toto.
 
Pada waktu pelaku mengatakan bahwa, ibunya memiliki tubuh seperti korban. Korban tidak menaruh curiga,  bahkan korban pun menolongnya seraya mencoba baju tersebut.
 “Saat itu lah korban dimanfaatkan, ketika lengah, gelang emas ditangan korban langsung dicuri. Pelaku melakukan itu seolah-olah ingin membantu merapikan baju yang dikenakan oleh korban,” ujarnya.
Setelah pelaku berhasil mengambil gelang dari tangan korban. PW lalu menyembunyikannya di  dalam lipatan baju yang dibawa oleh PW. Namun,  beberapa saat kemudian korban menyadari jika gelang tangan yang dipakainya telah hilang.  
 
“Korban pun berteriak. Selanjutnya, pelaku berhasil ditangkap oleh anggota kami yang kebetulan sedang berpatroli di Pasar Cikupa," ujarnya.

Kapolsek Cikupa Kompol B. Daniel Simanjuntak menjelaskan, PW merupakan residivis kambuhan spesialis pasar yang sudah beberapa kali berurusan dengan polisi.

"Pelaku pernah beberapa kali kami tahan dengan kasus yang sama. Malah, belum ada satu bulan dia keluar. Ini malah sudah berbuat lagi,” ujarnya. (MOE)

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill