Connect With Us

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Kota Tangerang

| Jumat, 7 Juni 2013 | 17:21

Elpiji 3 Kg. (tangerangews / rangga)

 
TANGERANG-Keberadaan gas elpiji 3 kilogram mulai langka di Kota Tangerang. Warga pun kesulitan menemukan gas melon ini untuk memenuhi kebutuhan hidup.  Seperti di Agen Gas Arjuna milik PT. Agung Palito Kerosindo yang berada di Jalan Palem Raya, Perum 1, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Menurut pengelola agen, Budi Setiawan, kelangkaan ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir.
 
 “Sudah dua minggu, gas 3 Kg dan 12 Kg langka. Hal ini karena pengiriman barang dari pertamina telat, alasannya di sana ngantri,” katanya, Jumat (7/6).
 
 Budi menambahkan, untuk jumlah pasokan tetap sama sebanyak 560 tabung per hari. Hanya saja keterlambatan pasokan sampai ke agen membuat permintaan masyarakat tidak dapat terpenuhi. Hal ini pun berdampak pada melonjaknya pada permintaan masyarakat yang mencapai dua kali lipat.

 “Pasokan tetap stabil, hanya saja datangnya terlambat. Akibatnya saat ada barang, masyarakat membeli lebih banyak untuk antisipasi. Ini yang membuat gas 3kg dan 12 kg tambah langka,” ujarnya.
 
 Untuk harga sendiri, kata Budi, gas ukuran 12 kg dari sebelumnya Rp 70 ribu, naik menjadi Rp 75-80 ribu. Sementara untuk gas 3 Kg tetap Rp 15-16 ribu. “Gas 3 Kg harganya normal, kalau yang 12 kg naik,” ujarnya.
 
 Wahyu, pedagang gorengan, juga mengakui kesulitan menemukan gas 3 Kg sejak dua minggu lalu. “Saya cari kemana-mana susah dapatnya. Padahal saya butuh buat dagang, setiap hari saya pakai satu tabung ukuran 3 kg,” ujarnya.(RAZ)

NASIONAL
Listrik Padam Bergilir, Soal Kompensasi Pelanggan Bahlil Minta Ditanyakan ke PLN

Listrik Padam Bergilir, Soal Kompensasi Pelanggan Bahlil Minta Ditanyakan ke PLN

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:37

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir memunculkan pertanyaan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

BANTEN
BPS Banten Bakal Pecat Petugas Sensus Ekonomi Jika Survei Pakai Joki, Yang Asli Punya Barcode

BPS Banten Bakal Pecat Petugas Sensus Ekonomi Jika Survei Pakai Joki, Yang Asli Punya Barcode

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:45

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mengerahkan sebanyak 9.000 petugas untuk melaksanakan pendataan pada Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill