Connect With Us

Jalur KA ke Bandara, Warga Minta Ada Kejelasan Harga

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 21 April 2014 | 17:56

Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta Ditutup (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 
TANGERANG-Rencana pembangunan jalur Kereta Api (KA) Poris Plawad - Bandara Soekarno-Hatta ditolak sejumlah masyarakat karena ketidak jelasan harga ganti rugi lahan. Mereka pun enggan lahannya diukur oleh tim apresial untuk penghitungan ganti rugi tersebut.
 
Seperti yang diutarakan Abdul Rahman, warga Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Dia dengan tegas menginginkan adanya kejelaskan terkail harga jual lahan. Dia enggan menjual lahannya jika ganti rugi yang diberikan tidak sesuai.
 
"Jangan sampai kita jual, tapi tidak bisa beli rumah baru, malah tinggal di kolong jembatan. Kalau bisa kita pindah ke rumah baru di Taman Royal atau Banjar Wijaya," tukasnya saat menghadiri sosialisasi pembebasan lahan KA Bandara di Kantor Kecamatan Tangerang, Senin (20/4).
 
Dia juga memprotes pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) yang akan memulai pengukuran pada Selasa (21/4) besok. Padahal, dia pun belum tahu terkait standar harga yang diberikan. "Harganya juga belum jelas, masak mau diukur," tandasnya.
 
 
Sementara warga lainnya, Setiadi mengaku dirinya siap bersepakat asalkan, harga yang ditawarkan sesuai dengan keinginannya. Untuk itu dia minta kepada BPN untuk membeberkan harga tersebut.
 
"Saya sih setuju-setuju saja kalau tanah saya mau dibeli. Tapi saya sudah empat kali ikut sosilaisasi ini, hasilnya nihil. Untuk harga tanah ini perlu keterbukaan, sebaiknya disebutkan saja dalam forum ini," ungkapnya.
 
Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kota Tangerang Himsar menyatakan, terkait harga ganti rugi lahan akan dihitung oleh tim apresial independen. Dia mengaku tidak tahu standar harganya karena banyak faktor yang harus dihitung.
 
"Nanti dihitung luas bangunan, material bangunan, tanaman, kalau punya tempat usaha juga dihitung. Tinggal dibuat kesepakatan antara warga dan tim penilai, apakah akan digunakan sistem tukar guling atau dibayarkan. Pada prinsipnya harga akan lebih dari NJOP, karena istilahnya bukan ganti rugi tapi ganti untung," ujarnya.
 
Menurut Himsar, BPN bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mulai melakukan pendataan lahan warga yang terkena dampak pembangunan rel kereta api Poris Plawad- Bandara Soekarno- Hatta, Senin mendatang.
 
"Untuk di Kota Tangerang, jalur KA tersebut melewati delapan kelurahan di dua kecamatan dengan panjang 12 kilometer dan luas 30,36 hektare. Ada 700 bidang yang terkena dampak pembangunan rel kereta api ini," paparnya.
 
Nantinya, kata Himsar, BPN akan mendata lahan warga dalam waktu 30 hari. Setelah itu, selama dua minggu hasilnya akan dipublikasikan di kelurahan untuk kemudian diverifikasi bila ada kesalahan.  "Target selesai pembayaran lahan 230 hari," ujarnya.
 
SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill