Connect With Us

Bahaya, KLH Larang Warga Gunakan Air Sungai Cisadane Usai Tercemar Limbah Sepanjang 22 KM

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 12 Februari 2026 | 14:24

Sungai Cisadane di Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan limbah kimia akibat kebakaran pabrik pestisida di kawasan pergudangan Serpong, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mencemari Sungai Cisadane hingga sepanjang 22,5 kilometer.

KLH menyebut sebaran pencemaran melintasi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang. 

Dampak yang terlihat di lapangan antara lain kematian berbagai jenis ikan, seperti ikan mas, baung, patin, nila, dan sapu-sapu.

KLH melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) langsung bergerak melakukan pengambilan sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cisadane. 

Sebanyak sepuluh sampel ikan mati juga dikumpulkan untuk diuji di laboratorium.

Tak hanya itu, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan terhadap air Sungai Jaletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi guna memastikan tingkat bahaya yang ditimbulkan.

"Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup," ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dikutip dari Detikcom, Kamis, 12 Februari 2026.

Hanif mengungkapkan, sekitar 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama terbakar dalam insiden tersebut. 

Bahan kimia yang terbakar merupakan jenis sipermetrin dan profenofos, yang biasa digunakan untuk mengendalikan hama tanaman.

Menurutnya, air bekas pemadaman kebakaran yang bercampur residu kimia diduga mengalir ke saluran air dan bermuara ke sungai.

"Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," katanya.

Sebelumnya, kebakaran melanda pabrik tersebut pada Senin, 9 Februari 2026. Api yang bersumber dari bahan kimia sulit dipadamkan sehingga petugas harus menggunakan dua truk pasir untuk membantu proses pemadaman.

Setelah penanganan selama tujuh jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) masih memantau kondisi Sungai Jaletreng yang terdampak. 

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap aman.

"Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola air bersih, untuk memastikan keamanan distribusi," ujar Benyamin, Rabu, 11 Februari 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangsel juga menyiagakan armada truk tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

"Dinas Perkimta bersama BPBD sudah menyiagakan armada truk tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan warga secara gratis," tambahnya.

BANDARA
Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Jemaah Umrah Mulai 1 Juli

Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Jemaah Umrah Mulai 1 Juli

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:06

Mulai 1 Juli 2026, proses keberangkatan jemaah umrah rombongan yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dialihkan secara terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

NASIONAL
 Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Perusahaan Otomotif Jepang Mau Hengkang ke Vietnam Jadi Sinyal Kuat PHK Massal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Munculnya informasi mengenai potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam perlu menjadi perhatian serius semua pemangku kepentingan.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill