Connect With Us

Rupbasan Tangerang Terbakar, Barang Bukti KPK Ludes

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 8 Juli 2015 | 19:48

Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Jakarta Barat dan Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang ludes terbakar, Rabu (8/7) petang (Rangga A Zuliansyah / Tangerangnews)

TANGERANG-Sebuah gudang penyimpanan barang bukti di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Jakarta Barat dan Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang ludes terbakar, Rabu (8/7) petang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Api yang diduga berasal dari dalam gudang langsung membakar bangunan. "Tadi habis buka puasa, saya dapat panggilan dari warga belakang, ada api. Ternyata gudang terbakar," kata Kasubsi Administrasi dan pemeliharaan (Apel) Kantor (Rupbasan) Klas I Jakarta Barat dan Tangerang Solihan.

Menurit Solihan di dalam gudang tersebut terdapat barang 50 unit motor sitaan Kejaksaan Negeri Jakarta Baran dan Tangerang, beberapa karung berisi kaos sitaan Polda Metro Jaya dan scaner alat kesehatan sitaan KPK.

"Semua habis terbakar, tidak sempat diselamatkan," ujarnya.

Lima unit pemadam kebakaran Kota Tangerang diterjunkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian. Penyebab timbulnya api sendiri sampai saat ini belum diketahui. 

 

 

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill