Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANG-Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini senilai Rp14.050 per dollar AS, membuat pengusaha industri di Kota Tangerang menjerit. Sejumlah perusahaan mulai menghentikan produksi dan merumahkan para pegawai.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, pasca turunnya nilai rupiah, hingga saat ini setidaknya sudah ada sebanyak 10 perusahaan yang mengadu ke Disnaker. Mereka berkonsultasi terkait tiga hal untuk efesiensi perusahaan, yakni pengurangan jam kerja, produksi dan karyawan.
“Mereka melapor secara lisan, baru berkonsultasi, belum sampai penutupan pabrik. Kita minta agar mereka mengurangi produksi dulu. Sedangkan pengurangan karyawan menjadi opsi terakhir,” katanya, Rabu (26/8).
Menurut Abud, dari 2800 perusahaan yang ada di Kota Tangerang, yang paling terkena dampak dari menurunnya nilai rupiah adalah perusahaan dibidang garmen dan padat karya. Bahkan salah satu perusahaan sudah merumahkan 1850 karyawannya karena berhenti produksi.
“Perusahaan sudah mengalami kerugian tiga miliar tiap bulan. Akhirnya mereka menghentikan produksi dan merumahkan karyawan, tetap digaji sebesar 70 persen. Saat ini perusahaan sedang mencari modal, jika dalam beberapa bulan tidak dapat, kemungkinan akan tutup,” katanya.
Abduh menjelaskan, penyebab perusahaan tidak kuat produksi karena bahan bakunya diimpor dari luar yang dibeli dengan nilai dolar, namun bahan jadinya dijual di Indonesia dengan nilai rupiah. Akibat rupiah melemah, ada selisih harga produksi dan harga jual.
“Meski selisihnya sedikit, tapi saat dijual juga tidak laku. Karena dampak rupiah turun juga membuat daya beli masyarakatnya lemah,” katanya. Jika hal ini berlangsung lama, dikhawatirkan perusahaan akan melakukan PHK besar-besaran yang tentunya akan menambah angka pengangguran di Kota Tangerag. “Dampaknya pasti menumbuhkan masalah sosial seperti kriminalitas,” jelas Abduh.
Disnaker sendiri tengah melakukan upaya solusi dengan menyelenggarakan jobfair tingkat kota di kawasan Ciledug dan dua jobfair tingkat kecamatan di Cibodas dan Periuk.
“Jika ada pengurangan pegawai di sektor garmen dan padat karya, diharapkan ada sektor lain yang membutuhkan pegawai lebih banyak, sehingga bisa kita fasilitasi. Tapi solusi yang lebih baik adalah pemerintah pusat bisa kembali menaikkan nilai rupiah terhadap dollar,” pungkasnya
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPecinta kuliner di Tangerang dan sekitarnya bersiaplah. Ajang tahunan Tangerang Culinary Day 2026 akan kembali menyapa masyarakat pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang.
Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui malam penghargaan Exhibitor Night yang dihelat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang masuk kelompok Desil 9 dan 10 tidak membeli BBM bersubsidi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews