Harga BBM Pertamina di Banten Turun Mulai 1 Februari 2026
Senin, 2 Februari 2026 | 08:55
PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku 1 Februari 2026 di Banten.
TANGERANGNEWS.com-Ketua Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( FOKAL IMM) Kota Tangerang Supriadi mengatakan, bahwa saat ini banyak berita hoax yang menyesatkan dan masih bertebaran sehingga menimbulkan keresahan.
Oleh karena itu, dia mengajak para mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan untuk mendeklarasikan Gerakan Anti Hoax.
Kegiatan deklarasi tersebut berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dengan diawali kegiatan dialog publik, Jumat (27/4/2018).
Pembicara dialog publik Ahmed Khoirudin menyatakan, bahwa hoax adalah musuh bersama. Dia pun siap mendukung aparatur pemerintah terutama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas hoax.
"Pastikan kebenaran berita terlebih dahulu atau tanyakan kepada kepolisian jika ragu dan jangan kembali menyebarkan jika bermuatan negatif," ujarnya.
Rupanya Ahmed sangat risau jika mendengar kata 'Hoax'. Karena menurutnya, hoax sangat berbahaya dan bisa menjadi virus pemecah bangsa.
"Setelah deklarasi ini akan kita laporkan dan serahkan pada pihak yang berwajib jika ada berita hoax. Hal itu mengingat undang undang ITE yang telah diberlakukan," ucapnya.
Supriadi menambahkan, bahwa deklarasi anti hoax ini adalah wujud kesadaran kaum intelektual dan masyarakat melek digital.
"Bahwa kita perlu menyikapi segala berita dengan cerdas, tidak langsung "kunyah" langsung "share" kemana-mana melainkan harus difilter terlebih dahulu," katanya.(DBI/HRU)
PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku 1 Februari 2026 di Banten.
TODAY TAGWarga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews