Connect With Us

Aktivis Dipukuli, HMI Datangi Polres Metro Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 25 Mei 2018 | 17:00

Puluhan aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tangerang Raya menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Metro Tangerang, Jumat (25/5/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Puluhan aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tangerang Raya menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Metro Tangerang, Jumat (25/5/2018) siang. 

Kemacetan panjang di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang pun sempat terjadi akibat aksi tersebut.

Unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut daripada sikap represifitas oknum kepolisian terhadap tujuh kader HMI Cabang Jakarta hingga mengalami luka-luka dan patah tulang.

"Ini aksi solidaritas kami dari HMI Cabang Tangerang Raya atas peristiwa  kemarin tanggal 21 Mei 2018, teman kami menggelar aksi di Istana Negara Jakarta. Di sana telah terjadi pemukulan oleh anggota Polri terhadap teman kami," ujar Ketua HMI Cabang Tangerang Raya, Abdul Muhyi.

Berbagai tuntunan pun disampaikan melalui orasi. Massa aksi juga membentangkan sejumlah spanduk dalam demonstrasi ini.

"Kawan-kawan kami hanya bakar ban, tetapi kenapa dilakukan semena-mena oleh pihak kepolisian. Kami meminta untuk polisi berlaku adil, meminta maaf, meminta Polri dan Komnas HAM untuk mengusut tuntas kasus ini," kata Abdul.

Abdul menjelaskan, serangkaian desakan dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

Bunyi desakan itu mulai dari usut tuntas oknum polisi yang melakukan tindakan represif hingga mencopot jabatan Kapolri dan meminta Presiden Joko Widodo bertanggung jawab.

Bahkan, jika desakan tersebut tak diindahkan, Abdul bertutur bahwa kader HMI seantero Indonesia akan kembali turun ke Istana Negara Jakarta untuk meminta Jokowi mundur.

"Kami juga mendesak kepolisian harus meminta maaf kepada seluruh kader HMI se-nusantara bahwa ini aksi diluar kemanusiaan. Polisi yang seharusnya mengayomi, melindungi tapi malah menginjak-injak," paparnya.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan pun menanggapi unjuk rasa para aktivis tersebut.

Harry mengatakan,  jika terdapat kesalahan Polri juga dikenakan pidana umum. 

"Terkait tindakan aparat kepolisian saat aksi di Jakarta, kami prinsipnya mendukung penegak hukum karena internal kami juga ada pengawasan. Jadi kita percayakan semuanya kepada penegak hukum," jelas Kapolres.

Sebagai informasi, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Jakarta pada Selasa (21/5/2018) lalu di depan Istana Negara Jakarta.

Dalam demonstrasi tersebut, HMI yang memperingati 20 Tahun Reformasi dengan menyatakan “Jokowi Pemimpin Haram” terjadi kericuhan sehingga adu pukul antara mahasiswa dengan aparat kepolisian, sejumlah 7 mahasiswa luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit.(DBI/RGI)

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

KOTA TANGERANG
Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Jumat, 6 November 2026 | 16:14

TANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill