Connect With Us

Perampok Sopir Taksi Online di Alam Sutera Dilumpuhkan Polisi di Cianjur

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:35

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan saat menunjukan barang bukti yang digunakan para pelaku perampokan, Sabtu (23/6/2018). (TangerangNews.com/2018 / Ahmad Irfan Fauzi)

 

 

TANGERANGNEWS.com-Kisah pelarian S, 25 dan E, 19 berakhir dengan tersungkur ke tanah. Timah panas petugas bersarang dikaki kedua tersangka perampokan sopir taksi online di kawasan Alam Sutera, Cipondoh, Kota Tangerang itu,Jumat (22/6/22018).

Keduanya berhasil ditangkap di Cianjur, Jawa Barat oleh tim Resmob Polres Metro Tangerang setelah 10 hari melarikan diri.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan tersangka menjerat korbannya, Sugiarto, 38, dengan kawat, membekap mulutnya dengan lakban kemudian membuang korbannya di Cianjur.

"Tersangka kami tangkap dikediamannya di kawasan Cianjur saat sedang berdiri di mobil hasil curian mereka," ujarnya, Sabtu (23/6/2018).

Lanjut Harry, saat akan ditangkap, petugas mendapatkan perlawanan. Bahkan, salah satu tersangka melawan dengan menggunakan senjata api.

"Mereka melakukan perlawanan, sehingga jajaran kami melakukan tindakan tegas terukur ke betis kanan dan kiri tersangka," tambah Harry.

Setelah melumpuhkan pelaku, petugas kemudian mengumpulkan barang bukti kejahatan tersebut. Satu unit mobil Toyota Avanza Nopol B-2049-BZB hasil kejahatan itu berhasil diamankan. Meski mobil itu telah berganti plat nomor menjadi D-1179-NIE. Polisi juga menyita satu pucuk senpi jenis air softgun, senar gitar dan lakban yang digunakan untuk membekap mulut korban.

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi saat Sugiarto menerima order dari daerah Harmoni, Jakarta dengan tujuan akhir Pasar Delapan, Alam Sutera Tangerang pada Minggu (10/6/2018) lalu.

Kata Harry, saat itu  korban menerima orderan dari aplikasi dari arah Kalideres. Namun, saat tiba di Jalan Lingkar Barat Alam Sutera pukul 05.30 WIB, salah satu tersangka S meminta sang sopir untuk memberhentikan kendaraannya seraya menodongkan pistol.

"Kemudian, tersangka E langsung menyekap Sugiarto menggunakan senar gitar dan lakban untuk membungkam korbannya," terangnya.

Harry melanjutkan, setelah menyekap korban, kedua pelaku langsung mengambil alih mobil Avanza berwarna hitam tersebut ke arah Cianjur dan membuang korban diarea pesawahan.

"Korban diancam dengan senjata api agar tidak melawan. Setelah sampai di Cianjur, korban pun dibuang di tengah sawah," paparnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP. "Ancaman hukumannya  maksimal 13 tahun penjara," tukasnya.(RAZ/HRU)

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill