Connect With Us

Pasca Lebaran, Tidak Ada Serbuan Warga Urban di Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 2 Juli 2018 | 13:22

Suasana masyarakat yang sedang menunggu di loket pelayanan Disdukcapil Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyampaikan bahwa tidak ada serbuan kaum urban (pendatang) yang masuk ke Kota Tangerang pasca Lebaran 2018.

"Masyarakat kaum urban di Kota Tangerang normal. Artinya akan tetap melayani mereka baik pendatang ke kota maupun ke luar kota," ujar Erlan Rusnarlan Kepala Disdukcapil Kota Tangerang saat ditemui TangerangNews di kantornya, Senin (2/7/2018).

Disdukcapil mencatat sebelum Lebaran 2018 lonjakan kaum urban telah terjadi di Kota Tangerang. Namun jumlahnya seimbang, tidak surplus.

"Jadi sebelum Lebaran yang datang ke Kota Tangerang itu berkisar antara rata-rata perhari 100 sampai 120 orang, tapi yang pindah dari kota Tangerang juga 100 orang perhari. Agak banyakan pendatang dikit," ucapnya.

Erlan bertutur, masyarakat yang datang ke kantor Disdukcapil pun relatif mengurusi surat pindah untuk menetap di Kota Tangerang.

"Jadi kalau saya melihatnya orang yang datang ke sini pendatang bawa surat pindah," tuturnya.

Erlan melanjutkan, pasca Lebaran pun tidak terjadi serbuan kaum urbanisasi atau perpindahan penduduk secara berduyun-duyun ke Kota Tangerang.

"Kemudian setelah Lebaran jumlahnya segitu-gitu juga. Perharinya masih 100 atau 120 orang ke luar kota. Kalau memang dijumlahkan hingga kini mungkin ada 2000 orang tapi yang pindah juga 1800 orang," imbuhnya.

"Sebetulnya kalau tidak ada yang pindah keluar kota kita akan kebanjiran sekali. Tapi sebetulnya praktek seharinya bukan hanya pendatang saja sebetulnya yang keluar juga banyak," Erlan menambahkan.(RAZ/HRU)

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill