Connect With Us

Resmi, Transjakarta Koridor 13 Sampai ke CBD Ciledug

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 12 November 2018 | 16:16

Peresmian bus Transjakarta Koridor 13 dari Blok M sampai Puri Beta Ciledug, Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Layanan bus Transjakarta Koridor 13 dari Blok M yang sebelumnya hanya sampai Puri Beta, Kota Tangerang, saat ini resmi diperpanjang hingga ke kawasan Ciledug.

"Jadi hari ini kita terimakasih kepada Pak Wali Kota Tangerang kemudian juga pihak Transjakarta dan pengelola kawasan karena kita bisa menghadirkan angkutan massal bus Transjakarta ke wilayah Ciledug," ujar Bambang Prihartono Kepala BPTJ, usai peresmian di CBD Ciledug, Kota Tangerang, Senin (12/11/2018).

bus Transjakarta Koridor 13

Peresmian bus Transjakarta Koridor 13 dari Blok M sampai Puri Beta Ciledug, Kota Tangerang.

Bambang menjelaskan, perpanjangan layanan Transjakarta Koridor 13 ini merupakan bagian untuk meningkatkan operasional angkutan umum di Jabodetabek.

"Sebab dalam key performance indicator yang merupakan rencana induk master plan transportasi Jabodetabek baru mencapai 30 persen dari target 80 persen," katanya. 

Peresmian bus Transjakarta Koridor 13 dari Blok M sampai Puri Beta Ciledug, Kota Tangerang.

Peresmian bus Transjakarta Koridor 13 dari Blok M sampai Puri Beta Ciledug, Kota Tangerang.

Selain itu, perpanjangan layanan ini dapat meningkatkan modal share transportasi dengan angkutan umum lainnya, juga mengurai kemacetan di kawasan Ciledug dan Jakarta, serta mengurai penumpukan penumpang.

"Yang berikutnya adalah ini merupakan perpanjangan dari Puri Beta karena sudah padat sekali, sehingga sebagian bisa ke sini," ucapnya.

Koordinator Transjakarta Koridor 13 Ijul Wuara menurutkan, perpanjangan rute dari Puri Beta ke CBD Ciledug hingga Blok M ini akan diujicoba selama satu bulan penuh yang dimulai besok. Armada bus pun akan ditingkatkan jika masyarakat antusias.

Bus transjakarata Koridor 13 ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 WIB – 22.00 WIB, dengan tarif antara lain Rp 2.000 pada pukul 05.00 WIB – 07.00 WIB dan Rp 3.500 pada pukul 07.00 WIB – 22.00 WIB.

"Pada intinya kita mengutamakan integrasi, baik dari wilayah Kota Tangerang secara keseluruhan, kawasan pusat belanja di Ciledug ini maupun integrasi dengan angkutan umum lainnya. Sehingga ini terus akan kita monitor dan akan mempengaruhi jumlah bus yang akan kita suplai untuk kawasan ini, kalau memang satu bulan responnya positif armada kita tambah terus," jelasnya.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang juga turut hadir dalam peresmian tersebut menambahkan bahwa pihaknya akan menyediakan sarana penunjang antara lain seperti kantung parkir dan jembatan penyeberangan orang (JPO).

"Jadi diharapkan kemudahan fasilitas ini bisa dinikmati buat masyarakat yang ada di wilayah Ciledug, Karang Tengah, Pinang sampai ke Larangan sehingga nantinya bisa mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta maupun Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Tangerang," imbuhnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Atasi Kelainan Refraksi Mata, JEC Skrining Ratusan Warga Kurang Mampu di Tangerang

Atasi Kelainan Refraksi Mata, JEC Skrining Ratusan Warga Kurang Mampu di Tangerang

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:41

Menindaklanjuti semangat World Sight Day 2026, JEC Eye Hospitals and Clinics berkolaborasi dengan Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Gratis.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

NASIONAL
Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05

Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill