Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com-Penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga mewabah di Kota Tangerang. Penderita penyakit saat musim pancaroba di Kota Tangerang ini tercatat berjumlah 21 orang.
"Yang positif penderita DBD untuk Januari 2019 ada 21 penderita," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi kepada TangerangNews di kantornya, Kamis (24/1/2019).
Ia menjelaskan, dalam kasus ini sesungguhnya terdapat tiga macam kategori penderita. Pertama, penderita yang disebut tersangka atau masih tahap bergejala. Kemudian penderita demam dengue dan terakhir penderita DBD yang masuk tahap paling parah.
Menurutnya, seseorang yang terjangkit DBD disebabkan karena mengalami pembocoran pembuluh darah akibat virus yang berasal gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti.
"Jadi kita harus bedakan ketiganya. Untuk tersangka jumlahnya tidak dilaporkan. Kalau demam dengue penderitanya 57 orang. Sedangkan DBD itu tadi 21. Ini data per Januari 2019," terangnya.
Ia melanjutkan, para penderita tersebut menyebar berdasarkan data yang menjalani perawatan di seluruh rumah sakit di Kota Tangerang. Kebanyakan, penderita berasal dari Kecamatan Benda. Kata dia pula, angka peningkatan penderita pun terjadi sejak pekan pertama di bulan Januari ini.
"Nyamuknya yang menebar virus ini sangat berbahaya. Karena nyamuknya itu bisa berulang-ulang, gigit ke sana, gigit ke sini. Jadi yang menular adalah nyamuknya. Dan penderitanya bisa dari usia baru lahir sampai usia renta bisa kena," paparnya.(RAZ/RGI)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGDinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews