Connect With Us

Bertambah, Korban Jadi Buta Pasca Operasi Katarak di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 4 Februari 2019 | 19:29

Tampak seorang nenek warga Pondok Pucung, Karang Tengah mendapatkan perawatan medis di RS Cipto Mangungkusumo (RSCM), Jakarta. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Jumlah korban akibat diduga gagalnya operasi  katarak di RS Mulya, Pinang, Kita Tangerang bertambah. Dari 15 orang yang menjalani operasi katarak di RS tersebut, 4 diantaranya mengalami kebutaan pada sebelah mata.

Keempat pasien tersebut kehilangan penglihatan pada salah satu matanya usai kembali menjalani operasi pengangkatan mata di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Yang sudah dipastikan dan sudah terlaksana empat orang matanya terpaksa diangkat," ujar salah satu penasehat hukum keluarga korban, Hika Putra di RS Mulya, Senin (4/2/2019).

Hika mengatakan, selain empat pasien tersebut, enam pasien lainnya yang berada di RSCM masih dalam proses pemeriksaan. Sementara lima pasien lainnya dinyatakan akan menjalani proses pengangkatan mata.

"Karena bernanah dibelakangnya, bisa membahayakan ke syaraf kalau tidak diangkat matanya," katanya.

Hingga kini, 15 pasien yang diduga menjadi korban gagalnya operasi penyakit katarak di RS Mulya, Pinang, Kota Tangerang masih menjalani perawatan medis di RSCM.(RMI/HRU)

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill