Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan
Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:38
Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang telah membuka pelayanan secara normal setelah libur lebaran 1440 H/2019.
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Erlan Rusnarlan mengatakan, pelayanan administrasi kependudukan diberikan kepada warga, baik yang pindah maupun yang datang.
"Kita melayani. Beda antara kita melayani masyarakat yang pindah ingin menjadi penduduk Kota Tangerang secara administrasi bisa kita layani. Tetapi kalau operasi yustisi itu mereka demi menegakkan Perda itu Satpol PP," ujarnya di Puspemkot Tangerang, Senin (10/6/2019).
Terkhusus bagi pendatang baru, jika ingin mengurus kependudukan, wajib membawa surat pindah asal daerah ke Kota Tangerang.
"Yang penting bawa surat pindah daerah asal, kami akan melayani. Kalau mereka datang tanpa surat, kami angkat tangan dan tidak akan memberikan pelayanan," katanya.
Erlan menyebut sejauh ini jumlah warga yang pindah ke luar daerah maupun yang datang ke Kota Tangerang tidak terlalu mengalami perbedaan yang signifikan.
Menurutnya, warga Kota Tangerang yang pindah ke luar daerah perharinya berjumlah 150 orang. Sedangkan warga yang datang ke Kota Tangerang berjumlah 160 orang.
"Sebetulnya tidak terlalu berbeda, paling selisih 10 sampai 20, memang lebih banyak yang datang," ucapnya.(RAZ/HRU)
Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat masih ada sekitar 20.000 pekerja sektor informal di wilayahnya yang hingga saat ini belum tersentuh jaminan sosial.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews