Connect With Us

Disdukcapil Kebanjiran Pelayanan Pernikahan

| Rabu, 18 Agustus 2010 | 18:56



TANGERANGNEWS-Dianggap membawa keberuntungan pada tanggal 10 Oktober 2010 mendatang, Dinas kependudukan dan catatan Sipil(Disdukcapil) Kota Tangerang kebanjiran pelayanan khususnya bagi masyarakat yang ingin melakukan pernikahan.

Kepala Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Undang Herman Maksudi, hingga saat ini, sudah ada lima pasangan yang mendaftarkan diri untuk melaksanakan pernikahan pada tanggal 10 Oktober . “Kita sudah terima 5 berkas. Kemungkinan pada tanggal itu dipercaya membawa hoki bagi yang mempecayainya,” tambahnya.

Menurutnya, kemungkinan besar pasangan yang berencana menikah pada tangga tersebut akan bertambah banyak, karena tanggal tersebut memang bertepatan dengan hari Minggu. “Kami harus siap dengan tugas ini, karena ini merupakan salah satu kewajibab kami untuk melayani masyarakat Kota Tangerang,” ungkap Undang.

Kepala Bidang Catatan Sipil Abdurrahman menjelaskan, untuk lokasi pernikahan sendiri lebih banyak dilakuka ditempat ibadah, sebab tempat ini dinilai paling pas untuk pelaksanaan pernikahan. “Hampir semua masyarakat menginginkan pernikahannya dilakukan ditempat ibadah khususnya WIhara,” katanya.

Ia menambahkan, selain lokasi yang tidak kalah pentingnya yakni saksi ketika pendaftaran. Pasalnya, setiap masyarakat yang mendaftar harus didampingi dua orang saksi. “Dua orang saksi harus ada dan merupakan bagian dari keluarga pemohon,” jelasnya.(rangga)
TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill