Connect With Us

Es Goyang, Jajanan Jadul yang Masih Eksis di Tangerang

Redaksi | Minggu, 21 Maret 2021 | 10:55

Jajanan Es Goyang. (TangerangNews / Lestiara Septi, Melly Yoan Safitri)

 

TANGERANGNEWS.com-Pada era 90'an pastilah akrab dengan jajanan jadul ini, es goyang namanya. Asal muasal nama es goyang sendiri berasal dari pembuatannya dengan cara menggoyang-goyangkan gerobaknya.

 

Seiring perkembangan zaman, jajanan jadul ini sudah jarang ditemukan. 

Salah satu penjual yang masih bertahan hingga saat ini ialah Bariji. Pria berusia 62 tahun ini sehari-hari keliling jualan dengan gerobak es goyangnya dari pukul 11.00-20.00 WIB. Dirinya menjajakan es goyang sejak 1973 dan sempat berpindah-pindah.

 

Usia yang tak lagi muda tak menghambat Bariji untuk terus berdagang. Ia terbiasa berbelanja dan mengolah bahan-bahan es goyang dengan tangannya sendiri. 

Sebelum pandemi, ia mangkal di depan sekolah. Namun, saat pandemi seperti ini jualannya berpindah-pindah.

 

Siang hari di Alun-alun Tangerang, dan sekitar pukul 15.00 WIB pindah ke Pasar Lama Tangerang.

"Dulu saya jualan di depan sekolah, cuma waktu pandemi jadi jualannya pindah-pindah," ujarnya. 

 

Harga satu potong es goyang Rp. 2.000, terdapat dua variasi rasa yaitu coklat dan kacang hijau yang tersedia.

HIBURAN
Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong

Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong

Minggu, 5 April 2026 | 14:06

Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.

NASIONAL
Menperin Pastikan Stok Plastik Masih Aman Meski Harganya Naik

Menperin Pastikan Stok Plastik Masih Aman Meski Harganya Naik

Kamis, 9 April 2026 | 12:28

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita angkat bicara soal kenaikan harga dan ketersediaan bahan baku plastik nasional di tengah gejolak geopolitik global.

OPINI
Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Selasa, 7 April 2026 | 15:06

Libur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill