Jembatan Kaca Berendeng Ditutup Sementara Gegara Rusak, Begini Kondisinya
Kamis, 11 Juni 2026 | 17:14
Salah satu destinasi wisata ikonik di Kota Tangerang, Jembatan Kaca Berendeng, terpaksa harus ditutup sementara untuk umum.
TANGERANGNEWS.com-Pada era 90'an pastilah akrab dengan jajanan jadul ini, es goyang namanya. Asal muasal nama es goyang sendiri berasal dari pembuatannya dengan cara menggoyang-goyangkan gerobaknya.
Seiring perkembangan zaman, jajanan jadul ini sudah jarang ditemukan.

Salah satu penjual yang masih bertahan hingga saat ini ialah Bariji. Pria berusia 62 tahun ini sehari-hari keliling jualan dengan gerobak es goyangnya dari pukul 11.00-20.00 WIB. Dirinya menjajakan es goyang sejak 1973 dan sempat berpindah-pindah.
Usia yang tak lagi muda tak menghambat Bariji untuk terus berdagang. Ia terbiasa berbelanja dan mengolah bahan-bahan es goyang dengan tangannya sendiri.

Sebelum pandemi, ia mangkal di depan sekolah. Namun, saat pandemi seperti ini jualannya berpindah-pindah.
Siang hari di Alun-alun Tangerang, dan sekitar pukul 15.00 WIB pindah ke Pasar Lama Tangerang.

"Dulu saya jualan di depan sekolah, cuma waktu pandemi jadi jualannya pindah-pindah," ujarnya.
Harga satu potong es goyang Rp. 2.000, terdapat dua variasi rasa yaitu coklat dan kacang hijau yang tersedia.
Salah satu destinasi wisata ikonik di Kota Tangerang, Jembatan Kaca Berendeng, terpaksa harus ditutup sementara untuk umum.
TODAY TAGAsosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih bersama ormas Pemuda Pancasila (PP) menggagas program bangun kandang ayam di tiap desa sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lewat peternakan.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews