KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Insiden tiga anak perempuan tenggelam di kubangan terjadi di Kampung Sawah Dalam, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa 31 Agustus 2021 sore.
Dalam peristiwa tersebut, seorang anak berinisial I, 10, meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan N, yang masih berusia di bawah 10 tahun masih kritis di rumah sakit.
Sementara A yang menjadi korban selamat kini dirawat di rumahnya. Ketiga anak perempuan itu diketahui merupakan warga Pakojan Kecamatan Pinang.
Kapolsek Pinang Iptu Tapril menjelaskan, kejadian berawal saat ketiga anak tersebut sedang bermain di area persawahan saat kondisi cuaca hujan.
Saksi mata di lokasi kejadian sempat menegur ketiga anak ini, tetapi tidak didengar.
"Hujan tadi itu tiga anak perempuan main di sawah situ ada kubangan tapi dia enggak tahu mungkin, kalau itu kubangannya dalam," katanya saat dikonfirmasi.
Baca Juga :
Ketiga bocah tersebut pun tenggelam di kubangan bekas galian pasir yang dalamnya sekitar empat meter.
Masyarakat sekitar pun berupaya mengevakuasinya. Namun, nyawa I tak dapat diselamatkan, sedangkan N dan A berhasil diselamatkan.
"Ketiga anak ini semuanya tetangga. Mereka warga Pakojan. Jadi, ketika tenggelam, mereka ditolong sama warga. Tapi yang satu tidak selamat," ungkapnya.
Korban yang meninggal telah dikebumikan pada malam ini. Sedangkan kedua korban yang selamat masih dalam perawatan serius.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews