Connect With Us

Bangkit dari Pandemi, Kampung Wisata Membudidaya Ikan 184 Keramba

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 1 September 2021 | 20:10

Camat Periuk Maryono Hasan saat memberikan makan untuk ikan di Kampung Wisata Keramba, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Warga di Perumahan Garden City Residence RW 22, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang bangkit dari keterpurukan pandemi COVID-19 dengan membudidaya ikan pangan.

Beragam ikan pangan tersebut dibudidaya melalui media keramba yang mengapung di Kali Ledug. 

Keberadaan ratusan keramba ikan ini juga mendorong warga untuk mengembangkan lingkungannya sehingga dinamakan kampung Wisata Keramba 22.

Ketua Kampung Wisata Keramba 22, Iwan Sanjaya mengatakan, Kampung Wisata Keramba ini terbentuk pada September 2020. Menurutnya, pandemi COVID-19 justru mendorong warga untuk bergerak membudidaya ikan dan kampung wisata.

"Kami awalnya itu berpacu pada pandemi COVID-19, terus dicanangkan pemerintah harus ada ketahanan pangan. Jadi, kita berpikir ini cuma punya wilayah yang ada danaunya. Akhirnya kita sepakat bikin keramba," ujarnya saat ditemui di Kampung Wisata Keramba 22, Rabu 1 September 2021.

Iwan menjelaskan, awalnya hanya ada empat keramba ikan, tetapi kini bertambah menjadi 184 keramba ikan. Hasil penambahan ini berkat swadaya warga setempat. Selain itu, penambahan keramba juga didorong dari pemerintah setempat dengan pembekalan maupun penyuluhan terkait budidaya ikan lewat media keramba.

"Hasil keramba terdiri dari ikan lele, patin, nila, gurame, mas. Alhamdulillah sudah terpasarkan melalui tengkulak," katanya.

Iwan menuturkan, dari 184 keramba tersebut di antaranya berisi ratusan ekor aneka ragam ikan pangan. Adapun hasil panen ikan pangan ini dijual melalui tengkulak.

"Nanti kami kembangkan panen ikannya menjadi produk makanan, seperti filet dengdeng. Dan yang bekerjanya nanti warga artinya bisa meningkatkan ekonomi warga," tuturnya.

Iwan menyebut, pihaknya juga mempersilakan jika ada pelancong yang ingin berkunjung ke Kampung Wisata Keramba 22. Selain bisa berswafoto, kata dia, pengunjung juga bisa membeli ikan dengan harga terjangkau seperti harga kiloan lele Rp20 ribu, nila 35 ribu, patin Rp25 ribu, gurame 45 ribu.

"Pengunjung juga bisa makan ikannya di saung yang telah kami sediakan. Nah, saung ini sudah lima kali menjadi tempat makan ikan sambil lesehan," katanya.

Iwan menambahkan, keberadaan Kampung Wisata Keramba 22 dapat mengubah anggapan wilayah banjir menjadi wilayah wisata sehingga menjadi modern layaknya kampung-kampung tematik lainnya.

Camat Periuk Maryono Hasan mengapresiasi dan mendukung gerakan serta inisiasi warga Kampung Wisata Keramba 22 yang memanfaatkan lahan danau menjadi bernilai ekonomis.

"Alhamdulillah dari September 2020, warga mulai merasakan manfaatnya pada Mei 2021 karena sudah ada pembelinya. Jadi, ekonominya bisa dirasakan warga," ucapnya.

Menurut Camat, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan mendukung adanya keramba ikan itu dengan menabur 1.000 benih ikan pangan pada Februari 2021 yang lalu.

Camat pun mengajak masyarakat Kota Tangerang lainnya untuk mendatangi Kampung Wisata Keramba 22 ini.

"Saya mengajak kepada masyarakat mari sama-sama kita kunjungi wisata keramba. Di sini kita bisa menikmati ikan di keramba baik secara langsung atau di rumah," pungkasnya.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Pemprov Banten Buka Opsi Pangkas Tukin ASN agar PPPK Tetap Digaji hingga 2027

Pemprov Banten Buka Opsi Pangkas Tukin ASN agar PPPK Tetap Digaji hingga 2027

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:55

Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan penyesuaian tunjangan kinerja (tukin) ASN sebagai salah satu opsi untuk menjaga seluruh pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tetap bekerja hingga 2027.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill