Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Mengawal pagelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, yang berlangsung di Kota Tangerang sebagai tuan rumah, sebanyak 150 pertugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat diterjunkan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengungkapkan setiap harinya sekitar 130 sampai 150 petugas kesehatan disiagakan. Tercatat untuk hari ini, Selasa 22 November 2022, Ada 48 dokter dan 82 perawat diturunkan diseluruh venue yang berlangsung.
"Setiap venue setidaknya kita turunkan satu dokter dua perawat. Namun, penambahan personel akan dilakukan untuk cabor-cabor dengan risiko sedang dan tinggi. Seperti balap sepeda, motor, angkat besi dan lainnya," ungkap dr Dini.
Untuk armada kesehatan seperti ambulans, Dinkes Kota Tangerang menurunkan 30 unit. Sama seperti petugas kesehatan, armada juga ditempatkan di venue-venue berisiko sedang dan tinggi, dengan perhitungan kecepatan dan ketepatan penanganan saat hal-hal tak diinginkan terjadi.
"Dinkes berupaya memberikan pelayanan terbaik, cepat dan tepat untuk seluruh atlet yang tengah bertanding. Seluruh petugas kesehatan berupaya selalu ada dan siap dalam penanganan medis di tiap cabor," jelas dr Dini.
Diketahui, dalam memberikan pelayanan medis kesehatan, Dinkes berkolaborasi dengan seluruh Puskesmas, RSUD Kota Tangerang, PMI dan sejumlah Rumah Sakit di Kota Tangerang.
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews