Lansia di Pondok Aren Ditikam Tetangga saat Lagi Asuh Cucu
Senin, 4 Mei 2026 | 10:45
Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
TANGERANGNEWS.com-Tim cabang olahraga arung jeram Kota Tangerang sukses meraih dua medali emas dalam kategori sprint pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, Senin 21 November 2022.
Perlombaan tim arung jeram yang digelar di Sungai Cisadane, Kota Tangerang tersebut mempertandingkan lima peserta, berasal dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Serang.
Hasilnya, tim putri arung jeram Kota Tangerang meraih emas pada kategori sprint R6. Kemenangan Kota Tangerang dengan catatan 1 menit 32 detik, beda tiga detik dengan Kabupaten Lebak.
Kapten tim Rena Arsita, 20, mengatakan raihan emas ini bukti hasil kerja keras latihan selama ini yang dibimbing oleh pelatih serta kegigihan para personel.
Selain itu, kemenangan ini diraih karena Sungai Cisadane merupakan tempat latihan sehari-hari sehingga tidak asing lagi.
"Kami biasa latihan lima hari dalam seminggu, sehingga hafal betul medan di sini dan Alhamdulillah kami berhasil meraih emas," ujar Rena.
Sementara itu, Siska Fitria, 19, menambahkan pada kategori sprin tim nya tidak menganggap remh setiap lawan dari kota atau kabupaten manapun. Semua lawan dianggap sama dan berpeluang menjadi juara.
"Satu kunci kemenangan lagi dan juga pesan dari pelatih kami yakni jangan anggap remeh setiap lawan, karena itu kami bekerja keras dan berjuang," imbuhnya.
Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Kota Tangerang menyimpan banyak cerita sejarah lokal yang menarik untuk diulik, salah satunya terekam dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews