KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia dan luka-luka.
Dalam rangka turut serta membantu meringankan penderitaan korban gempa Cianjur, Tangerang City (Tangcity) Mal turut serta mendonasikan bahan pokok hingga baju-baju bekas layak pakai.
Bantuan tersebut langsung disalurkan melalui badan Corporate Social Responsibility (CSR) Tangcity Care, dua posko yang terdampak bencana di Kampung Barukupa, Desa Cipanas dan Desa Cibereum, Kabupaten Cianjur.
“Donasi ini tidak hanya melibatkan karyawan dan tenant, namun juga seluruh pengunjung Tangcity Mall. Kotak donasi terbuka selalu tersedia di area Tangcity Mal lantai GF dan UG, sehingga siapa pun bisa turut menyumbang,” jelas Norman Eka Saputra, selaku Vice President Director, Rabu 23 November 2022.

Adapun rincian donasi yang disalurkan berupa 13 karung beras ukuran 10 kg, 7 boks mi instan, 10 dus pop mie, 5 boks pendamping berisi teh, kopi, susu hingga perlengkapan bayi seperti popok dan bubur balita, dan 5 boks pakaian bekas layak pakai.
Selain dari kotak sumbangan dana terbuka, management pun turut serta dalam menyumbang dalam bentuk beragam bahan kebutuhan pokok baik pangan maupun sandang.
"Kehadiran Tangcity Care ini diharapkan dapat menjadi sarana penyalur bantuan langsung dari perusahaan, kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Norman.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGMenindaklanjuti semangat World Sight Day 2026, JEC Eye Hospitals and Clinics berkolaborasi dengan Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Gratis.
Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews