Connect With Us

Pembelian LPG 3 Kg Bakal Dibatasi, Tangerang Belum Mulai

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 16 Januari 2023 | 19:11

Gas 3kg (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kebijakan pembatasan penjualan LPG 3 Kg yang diwacanakan Pertamina di beberapa wilayah mulai masuk masa uji coba.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Ghazali Ahmad mengungkapkan, dengan kebijakan tersebut gas melon tidak lagi dijual ke warung-warung, melainkan hanya di pangkalan-pangkalan gas LPG tabung.

"Gas 3 Kg akan disalurkan melalui pangkalan, untuk membatasi harga beli yang tinggi," kata Ghazali, Senin 16 Januari 2023. 

Menurutnya, pembatasan distribusi atau penjualan gas melon ini bertujuan baik. Supaya nanti pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran ke masyarakat kurang mampu.

Warga juga dapat membeli dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga yang dijual di warung-warung. 

"Sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemda. Karena harga di warung bisa sampai Rp23 ribu. Sementara HET kita Rp19 ribu, jadi diharapkan masyarakat bisa beli dengan harga seusai, melalui sub penyalur atau pangkalan," jelas Ghazali. 

Sementara di Kota Tangerang sendiri, wacana tersebut belum dikomunikasikan lebih lanjut oleh Pertamina kepada Pemkot Tangerang. Seperti uji coba di berapa titik warung atau berapa pangkalan yang akan ditunjuk.

"Jadi uji coba itu Pertamina programnya, belum ada konfirmasi ke kita. Untuk titik yang akan dijadikan sampel atau uji coba, semua mekanismenya dari Pertamina," tutur Kasie Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindagkop UMKM Kota Tangerang Teguh Heriyadi.

Hanya saja infonya Pertamina tengah mapping kebutuhan masyarakat, sehingga kebijakan yang akan diberlakukan, benar-benar tepat sasaran.

"Kalau misal kedepan seperti apa belum ada kebijakan apa-apa, sekedar uji coba saja. Tapi memang pangkalan di Kota Tangeranng ada lebih dari 20," ujarnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

TANGSEL
Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Senin, 28 September 2026 | 19:58

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill