Connect With Us

Jaksa Tuntut Tiga dari Lima Polisi Pemeras Hukuman 1, 4 Tahun Penjara

| Rabu, 27 April 2011 | 22:07

Pasangan mesum. (tangerangnews / dira)



TANGERANG
-Jaksa  Penuntut Umum Inna  Mammu, menuntut  M Rohmad Haerosad  dan Ahmad Subsci alias Rudi, anggota Kepolisian resor Metropolitan Tangerang hukuman   masing-maisng 1,4 tahun penjara. Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindakan  pemerasan terhadap  Deri Ratna  Wulan.

Sidang  perkara  ini  berlangsung di Pengadilan  Negeri Tangerang Kamis, 27 April 2011. Persidangan  dipimpin  majelis  hakim  I Made Supartha.  Jaksa  Ina  menyatakan terdakwa  melanggar pasal  369 ayat 1 KUHP tentang  pemerasan.

Disebutkan Ina  pada hari Sabtu  13 November 2010 sekitar pukul 20.30 WIB saat  terdakwa bersama Dodi  Prasetyo, Sony Wisnu W serta  Ryan alias Mohamad Kiwana patroli bersama, mereka  mendapati  sebuah   mobil putih dalam kondisi  gelap di pinggir jalan Graha Raya  Regensi. Di dalam mobil   itu Deri dan Abdul Rosyid sedang berduaan.

Kiwana lalu  mengatakan bahwa  perbuatan Deri dan Abdul  di dalam mobil  bukan suami isteri itu  melanggar dua pasal perselingkuhan dan asusila, dan dikenakan denda Rp 200 juta.
Karena Deri takut terjadilah tawar-menawar  uang  damai, Kiwana  meminta Rp 200 juta namun Deri tidak sanggup. Akhirnya disepakati jumlah uang Rp 50 juta.
Karena  tidak memiliki  uang  kontan, Deri mengajak  Kiwana  dan Rudi ke  rumahnya mengambil  barang-barang  berupa  dua unit kamera, dua unit handphone, sebuah laptop, serta perhiasan emas  berupa kalung.
Jaksa  Ina  berpendapat bahwa   perbuatan  terdakwa  selain melanggar  pidana juga  meresahkan  masyarakat  pasalnya, terdakwa adalah aparat  yang semestinya  menjadi contoh  yang  baik  bagi masyarakat.

“Terdakwa juga berbelit-belit, namun  terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan  masih muda serta  pernah  mendapat penghargaan,”kata  Ina.

Selain   menuntut Rohman  dan  Rudi, jaksa  Inna  juga menuntut Kiwana  hukuman 2 tahun penjara. Persidangan  Kiwana   tertutup karena ada unsur pencabulan. Sementara  itu karena  belum siap, dua terdakwa  lain yakni Sony dan Dodi  tuntutannya  belum  dibacakan.  (RAZ)
BANTEN
Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:30

Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill