Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah
Sabtu, 7 November 2026 | 15:43
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprakirakan cuaca di Kota Tangerang cenderung berawan dan terdapat hujan ringan selama sepekan.
Hal ini juga berkenaan dengan prediksi puncak kemarau yang terjadi pada pada Juli dan Agustus 2024.
"Secara umum, sepekan ini prakiraan suhu udara Kota Tangerang antara 23-32 derajat celcius dan kelembapan udara antara 65-100 persen," jelas Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan menyampaikan prakiraan cuaca BMKG, Senin, 1 Juli 2024.
Adapun suhu udara di Kota Tangerang antara 23-32 derajat celcius dengan kelembapan udara antara 65-100 persen.
Maryono mengimbau agar masyarakat Kota Tangerang mulai mewaspadai peralihan cuaca, terlebih merebaknya penyakit DBD.
Berikut prakiraan cuaca Kota Tangerang selama sepekan mulai 1 Juli hingga 7 Juli 2024.
Senin: Diprakirakan pagi cerah berawan, siang hingga sore hujan ringan dan malam kembali berawan.
Selasa: Diprakirakan pagi cerah berawan, siang hujan ringan dan malamnya berawan.
Rabu: Diprakirakan cerah berawan sepanjang jalan.
Kamis: Diprakirakan pagi berawan, siang cerah dan cerah berawan di waktu malamnya.
Jumat: Diprakirakan cerah berawan di pagi, dan berawan di siang hingga malam.
Sabtu: Diprakirakan hujan petir di pagi hari, dan berawan dari siang hingga malam.
Minggu: Diprakirakan hujan ringan di akhir pekan.
Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.
TODAY TAGTANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.
Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews