Connect With Us

UMT Buka Suara Soal Belum Bayar Gaji Dosen dan Pekerja

Yanto | Selasa, 24 Desember 2024 | 16:24

Humas Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Reza. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menjadi perhatian publik setelah munculnya karangan bunga terkait gaji dosen dan pekerja yang tidak kunjung dibayar, Selasa 24 Desember 2204.

Reza, Humas UMT memberikan klarifikasi sekaligus memastikan bahwa pihak universitas tidak mengabaikan persoalan tersebut. Menurutnya, sudah ada rapat khusus untuk membahas isu ini

"Situasi ini tidak bisa dilepaskan dari tantangan ekonomi saat ini, termasuk kenaikan PPN menjadi 12% tahun depan, yang secara tidak langsung memengaruhi perencanaan keuangan,” kata Reza saat ditemui TangerangNews, Selasa 24 Desember 2024.

Reza menjelaskan masalah tunggakan ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti pengeluaran besar untuk pembangunan dan investasi aset kampus. Sebagian dari aset tersebut bersifat non-produktif sehingga menambah beban anggaran.

“Ketika aset yang dimiliki tidak produktif, hal ini menciptakan ketidakseimbangan. Likuidasi atau penjualan aset menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas keuangan,” ujarnya.

Meski demikian, pihak universitas berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin.

“Hak-hak dosen dan tenaga struktural adalah prioritas kami. Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) sepakat untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini segera selesai,” tambah Reza.

Reza juga menjelaskan karangan bunga dari Serikat Dosen dan Pekerja UMT yang sempat viral di media sosial telah dievakuasi dari area kampus. 

Meskipun tidak ada tuntutan eksplisit dalam karangan bunga tersebut, isi tulisan yang menyinggung soal tunggakan gaji dosen menjadi perhatian serius pihak universitas.

“Pimpinan universitas tidak pernah menyepelekan hak-hak sivitas akademika. Kami sangat menyadari dunia pendidikan saat ini penuh dengan tantangan, terutama persaingan yang semakin ketat. Namun, kami berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan demi menjaga nama baik dan kualitas UMT,” tegasnya.

Reza juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kepercayaan antara pihak universitas dan civitas akademika

“Mari kita bersama-sama mencari solusi. Apa pun kekurangan yang ada, kami tetap berupaya keras untuk menyelesaikan dan tidak melalaikan tanggung jawab,” tutupnya.

BANTEN
Pemprov Banten Dorong Pemantauan Real-Time Kasus Kekerasan Anak Bareng Komnas PA

Pemprov Banten Dorong Pemantauan Real-Time Kasus Kekerasan Anak Bareng Komnas PA

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:38

Kekerasan terhadap anak tengah marak terjadi di Provinsi Banten, termasuk kasus perundungan pelajar di wilayah Tangerang Selatan yang tengah menjadi sorotan belakangan ini.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

KOTA TANGERANG
Kejari Tangerang Tuntut Mati Dua Terdakwa Kasus Sabu 26 Kilogram

Kejari Tangerang Tuntut Mati Dua Terdakwa Kasus Sabu 26 Kilogram

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menuntut pidana mati terhadap dua terdakwa kasus narkotika, Dian Laratana Harahap bin Ahmad Tohir Harahap dan M. Salim bin H. Saumin (Alm.).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill