Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menjadi perhatian publik setelah munculnya karangan bunga terkait gaji dosen dan pekerja yang tidak kunjung dibayar, Selasa 24 Desember 2204.
Reza, Humas UMT memberikan klarifikasi sekaligus memastikan bahwa pihak universitas tidak mengabaikan persoalan tersebut. Menurutnya, sudah ada rapat khusus untuk membahas isu ini
"Situasi ini tidak bisa dilepaskan dari tantangan ekonomi saat ini, termasuk kenaikan PPN menjadi 12% tahun depan, yang secara tidak langsung memengaruhi perencanaan keuangan,” kata Reza saat ditemui TangerangNews, Selasa 24 Desember 2024.
Reza menjelaskan masalah tunggakan ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti pengeluaran besar untuk pembangunan dan investasi aset kampus. Sebagian dari aset tersebut bersifat non-produktif sehingga menambah beban anggaran.
“Ketika aset yang dimiliki tidak produktif, hal ini menciptakan ketidakseimbangan. Likuidasi atau penjualan aset menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas keuangan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak universitas berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin.
“Hak-hak dosen dan tenaga struktural adalah prioritas kami. Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) sepakat untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini segera selesai,” tambah Reza.
Reza juga menjelaskan karangan bunga dari Serikat Dosen dan Pekerja UMT yang sempat viral di media sosial telah dievakuasi dari area kampus.
Meskipun tidak ada tuntutan eksplisit dalam karangan bunga tersebut, isi tulisan yang menyinggung soal tunggakan gaji dosen menjadi perhatian serius pihak universitas.
“Pimpinan universitas tidak pernah menyepelekan hak-hak sivitas akademika. Kami sangat menyadari dunia pendidikan saat ini penuh dengan tantangan, terutama persaingan yang semakin ketat. Namun, kami berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan demi menjaga nama baik dan kualitas UMT,” tegasnya.
Reza juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kepercayaan antara pihak universitas dan civitas akademika
“Mari kita bersama-sama mencari solusi. Apa pun kekurangan yang ada, kami tetap berupaya keras untuk menyelesaikan dan tidak melalaikan tanggung jawab,” tutupnya.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Bagi masyarakat Kota Tangerang yang merasa terganggu oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan hingga mencaplok fasilitas umum seperti trotoar, badan jalan, taman, maupun ruang publik lainnya, dapat melaporkannya langsung ke Satpol PP.
Di tengah masifnya penggunaan media sosial dan layanan digital, ancaman kejahatan siber kian mengintai celah keamanan finansial masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews