Connect With Us

Polemik Tukin Dosen, Mantan Rektor UMT Minta Jangan Dibesar-besarkan

Rangga Agung Zuliansyah, Yanto | Sabtu, 11 Januari 2025 | 20:11

Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Ahmad Amarullah berpose setelah diwawancarai wartawan di Kampus UMT Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) Ahmad Amarullah angkat bicara mengenai polemik tunjangan kinerja (tukin) dosen dan pekerja yang belum dibayar selama 13 bulan.

Ia meminta masalah ini tidak terlalu dibesar-besarkan, sebab kejadian seperti ini bukan hanya terjadi di UMT. Selain itu, masalah tersebut hanya dikeluhkan oleh sebagian kecil dosen dan pekerja saja.

"Ada yang teriak-teriak, mungkin ya paling satu dua orang dari 1.000 dosen dan karyawan. Dari ribuan pekerja itu enggak ada yang demo, mereka memahami bahwa UMT itu adalah sebuah perahu besar, kalau perahunya oleng lalu terbalik ya jadi celaka semua. Ini adalah bagian yang mungkin saja terjadi di perguruan tinggi lain," ujarnya, pada Jumat 10 Januari 2025 kemarin.

Menurut Amarullah, pembayaran tukin ada ketentuannya dimana sebagian dirapel. Pembayaran tukin tergantung dari pemasukan yang didapat dari kelancaran mahasiswa UMT membayar biaya semester.

"Kalau memungkinkan ada setiap bulan itu kan tergantung pemasukan yang kita dapat dari mahasiswa ya," tegasnya.

Amarullah pun menjelaskan perlu adanya pengorbanan, karena kampus tengah fokus pengembangan fasilitas yang tujuannya untuk pelayanan terbaik kepada mahasiswa.

Ia juga membantah adanya tudingan uang kampus digunakannya untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang pada Pilkada Serentak 2024 lalu.

"Universitas butuh waktu yang panjang, ini adalah produk awal, perlu pengorbanan. Uang yang ada enggak di kemana-manain, apalagi yang disebut itu uangnya dipakai untuk saya sebagai rektor kemudian mencalonkan diri, enggak ada," terangnya.

Justru, masalah tersebut terjadi semenjak adanya pembangunan kampus yang kondisi awalnya masih kurang layak.

"Setahu kita malahan uang itu dipakai untuk membangun gedung 12 lantai, plaza 19 lantai yang dulunya kumuh sekarang jadi enak membuat mahasiswa bisa belajar. Kita akan terus bangun pondasi-pondasi pelayanan yang terbaik untuk mahasiswa," ujarnya.

Amarullah juga menanggapi terkait adanya aksi Organisasi Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMT yang menuntut pihak kampus segera membayar tukin dosen.

"Kalau BEM yang lalu sempat membuat gerakan-gerakan, ya saya enggak ngerti ya. Orang yang tidak dibayar 13 bulan tenang-tenang saja," pungkasnya. 

Amarullah berkeyakinan tukin akan segera dibayarkan kepada semua pegawai UMT.

"Walaupun gajinya setiap bulan dibayar, saya kira untuk tukin yang belum akan dibayarkan semua, cuma memang ada saatnya. Nanti juga menjadi tabungan diakhir nanti," imbuhnya.

KAB. TANGERANG
Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Jumat, 25 September 2026 | 21:34

Penemuan kerangka manusia kembali menghebohkan warga di Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill