Telkomsel Hadirkan Paket Kuota 42 GB dan Jaringan 5G untuk Jemaah Haji 2026
Senin, 11 Mei 2026 | 17:16
Menyambut musim Haji 1447 H, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah asal Indonesia.
TANGERANGNEWS.com-Angka kemiskinan di Kota Tangerang terus mengalami setiap tahunnya. Terbaru, angka kemiskinan pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 0,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Muladi Widastomo menuturkan, pihaknya belum lama ini merilis Indikator Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang 2024, yang salah satunya memuat indeks angka kemiskinan yang terjadi di Kota Tangerang setiap tahunnya.
Tercatat, persentase penduduk miskin di Kota Tangerang terus mengalami penurunan dari 5,22 persen (2020), 5,93 persen (2021), 5,77 persen (2022), 5,89 persen (2023), dan terbaru hanya 5,43 persen (2024).
“Kami belum lama ini merilis capaian angka kemiskiann di Kota Tangerang. Hasilnya, angka kemiskinan di Kota Tangerang saat ini berada di bawah rata-rata nasional sampai Provinsi Banten,” ujar Muladi, Jumat 17 Januari 2025.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menambahkan, angka kemiskinan di Kota Tangerang tercatat lebih rendah dengan angka kemiskinan di Provinsi Banten, yang mencapai 5,84 persen.
“Kami menilai penurunan angka kemiskinan ini merupakan capaian yang luar biasa bahkan indeks angka kemiskinan per akhir tahun ini merupakan yang terbaik dalam tiga tahun,” tambah Ruta.
Selain itu, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan secara konsisten setiap tahunnya tidak bisa dilepaskan dari efektivitas program strategis dan layanan publik yang relevan, seperti Beasiswa Tangerang Cerdas, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pelatihan tenaga kerja, pelatihan kelompok usaha, sampai memberikan akses pendidikan gratis di 146 sekolah swasta.
Menyambut musim Haji 1447 H, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah asal Indonesia.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Seorang warga negara (WN) India ditangkap aparat Bea Cukai karena hendak penyelundupkan serbuk emas murni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews