Connect With Us

Diduga Korban Mafia Tanah, Lansia Pemilik 3,2 Hektare Tanah di Teluknaga Tangerang Dijadikan Tersangka

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 11 Juni 2025 | 20:58

Tim kuasa hukum Li Sam Ronyu di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu 11 Juni 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kasus dugaan penyerobotan tanah di kawasan Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kembali terjadi. Kali ini korbannya seorang nenek berusia 68 tahun bernama Li Sam Ronyu.

Bahkan ia dilaporkan pihak ahli waris yang mengaku pemilik tanah tersebut, ke Polres Metro Tangerang Kota atas tudingan pemalsuan dokumen, hingga menjadi tersangka.

Charles Situmorang, tim kuasa hukum Li Sam Ronyu mengatakan, kilennya sudah memiliki tanah seluas 3,2 hektare yang berlokasi di Kampung Nangka, Desa Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang tersebut sejak tahun 1994.

Li Sam Ronyu ketika itu membelinya dari pemilik sebelumnya bernama Sucipto. Namun hanya memiliki Akta Jual Beli (AJB).

"Sejak saat itu, klien kami menguasai lahan tersebut dan secara rutin membayar pajak tanah hingga tahun 2024," terangnya di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu 11 Juni 2025.

Tak hanya itu, Li Sam Ronyu sebagai pemilik asli tanah sempat menerima ganti rugi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, akibat sebagian lahannya seluas 13 meter terkena proyek jalan lingkar luar, pada tahun 2007.

"Dia dapat ganti rugi sekitar Rp3 juta lebih," ungkap Charles.

Selanjutnya, pada taun 2021, Li Sam Ronyu berniat meningkatkan status kepemilikan tanah dari AJB menjadi sertifikat hak milik. Proses tersebut, menurut Charles, telah dijalankan sesuai ketentuan hukum.

Namun pada akhir 2024, kliennya justru dilaporkan ke polisi, dan pada 27 Mei 2025 statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

Charles menyebut, Li Sam Ronyu disangkakan pasal berlapis oleh penyidik Polres Metro Tangerang Kota, yaitu Pasal 263, 264, dan 266 KUHP tentang pemalsuan surat dan keterangan palsu.

Ia menilai tuduhan ini sangat dipaksakan. Sebab, kliennya telah memiliki dasar hukum yang kuat, dimana tanah seluas 3,2 hektare itu sudah dibeli dari Sucipto dan membayar pajaknya selama lebih dari tiga dekade.

“Dokumen yang digunakan adalah AJB yang sah, disusun oleh PPAT resmi, dan digunakan secara terbuka untuk membayar pajak serta proses legalisasi sertifikat. Bahkan klien kami yang dapat ganti rugi dari pemda untuk proyek jalan. Kalau bukan pemilik asli, tidak mungkin pemda mau bayar," pungkasnya.

Charles meyakini Li Sam Ronyu menjadi korban penyerobotan yang dilakukan mafia tanah. Sebab, sengketa ini berkaitan dengan proyek besar yang akan berlangsung di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

"Kami curiga ada keterlibatan mafia tanah dalam kasus ini. Klien kami menjadi korban dari praktik kotor ini," tegasnya.

Karena itu, Charles bersama timnya menyampaikan surat permintaan penundaan pemeriksaan kilennya sebagai tersangka kepada penyidik Polres Metro Tangerang Kota.

"Klien kami, Li telah menerima surat pemanggilan kedua dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Karena itu, kami mengajukan penundaan pemeriksaan atas dasar kondisi dan hak-hak hukum klien," katanya.

Selanjutnya, upaya praperadilan akan dilakukan ke Pengadilan Negeri Tangerang, untuk menguji kembali keabsahan penetapan tersangka terhadap Li Sam Ronyu.

"Kami akan menempuh upaya praperadilan, sekaligus membuka peluang agar penyidikan dapat dilakukan secara adil, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya.

Charles pun berharap agar pimpinan institusi negara turut mengawasi dan mengambil tindakan dalam perkara ini, termasuk Kapolri, Kejaksaan Agung, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Satgas Anti Mafia Tanah.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill