Connect With Us

Intip 7 Motif Batik Khas Tangerang: Lenggang Cisadane hingga Perahu Naga Jadi Simbol Keberagaman Etnis

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 2 Oktober 2025 | 20:25

Motif batik khas Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNES.com-Dalam momen Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Kota Tangerang tak hanya sekadar ikut merayakan warisan UNESCO.

Kota yang dikenal sebagai melting pot budaya ini menggunakan batik sebagai kanvas untuk menceritakan kisah keberagaman dan sejarahnya yang kaya.

Motif-motif batik khas Tangerang secara unik merefleksikan perpaduan tiga budaya utama yakni Sunda, Betawi, dan Cina yang telah hidup berdampingan secara harmonis.

Setiap goresan pada kain menyimpan filosofi mendalam dan menjadi penanda penting kota tersebut.

 

Keunikan dari Tujuh Motif Khas

Salah satu motif paling simbolis adalah Motif Lenggang Cisadane, yang bukan hanya indah, tetapi juga naratif. Motif ini menggambarkan 13 penari dari 13 kecamatan, menampilkan tarian yang memadukan unsur-unsur kesenian Jaipong (Sunda), Jali-Jali (Betawi), Jawa, dan Cina.

Ini adalah representasi visual dari kerukunan dan akulturasi budaya yang mendefinisikan Tangerang.

Jejak sejarah Cina Benteng diabadikan melalui Motif Perahu Naga, yang menceritakan perlombaan tahunan di Sungai Cisadane, sebuah event tertua yang konon telah digelar sejak tahun 1910 pada Festival Peh Cun.

Sementara itu, Motif Sundara Loka menjadi ringkasan visual landmark kota, mulai dari dayung di Sungai Cisadane, Kelenteng Boen Tek Bio, hingga Masjid Raya Al-A'zhom.

Tak hanya itu, kain batik juga digunakan untuk mengabadikan bangunan dan ikon kota yang memiliki nilai historis dan moral.

Seperti Motif Pintu Air Sepuluh yang menyiratkan makna Keseimbangan dan Kearifan Lokal. Motif ini mengingatkan pada infrastruktur kuno tahun 1927, yang melambangkan pengelolaan sumber daya air dan pentingnya menjaga keseimbangan antara alam dan teknologi.

Lalu, Motif Jembatan Berendeng, melambangkan Konektivitas dan Pembangunan Berkelanjutan. Mencerminkan komitmen kota untuk menyatukan wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan Motif Al-A’zhom berfokus pada Spiritualitas dan Keagungan Arsitektur. Lima kubah masjid yang digambarkan melambangkan nilai-nilai ketuhanan dan persatuan yang menaungi masyarakat kota.

Motif Jam Gede Jasa menyiratkan nilai Ketepatan Waktu dan Modernitas, yang menunjukkan semangat Kota Tangerang sebagai kota urban yang disiplin dan menghargai efisiensi dalam 

KAB. TANGERANG
Pelaku Belum Ditangkap, Pegawai Bank Keliling Korban Penganiayaan di Tangerang Tak Berani Keluar Rumah

Pelaku Belum Ditangkap, Pegawai Bank Keliling Korban Penganiayaan di Tangerang Tak Berani Keluar Rumah

Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:55

Pegawai bank keliling berinisial PG, 25, mengalami trauma berat imbas peristiwa penganiayaan dan pelecehan seksual diduga dilakukan oleh lima rekan kerjanya di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

HIBURAN
Gelar Pesta Rakyat 2026, D'Masiv hingga Juicy Luicy Bakal Meriahkan HUT RI di GWK Cultural Park  

Gelar Pesta Rakyat 2026, D'Masiv hingga Juicy Luicy Bakal Meriahkan HUT RI di GWK Cultural Park  

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:20

GWK Cultural Park kembali menggelar Pesta Rakyat 2026 untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

BANDARA
Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:54

Empat maskapai internasional resmi bergabung untuk melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, mulai 7 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill