Connect With Us

Hati-hati, Ini 4 Penyakit yang Menghantui Usai Hari Raya Lebaran

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:23

Ilustrasi Flu Singapura (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Momentum Hari Raya Idulfitri kerap membawa perubahan pada pola makan dan aktivitas harian masyarakat secara mendadak. 

Setelah menjalani puasa selama Ramadan, suasana Lebaran biasanya membuat banyak orang tidak terlalu mempedulikan pola konsumsi makanan, waktu istirahat, hingga aktivitas silaturahmi yang padat.

Kondisi itu, menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik. 

Masyarakat pun diminta tetap menjaga pola hidup seimbang meski sedang menikmati suasana hari raya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangerang drg. Sari Nur Arofah mengatakan, ada beberapa penyakit yang kerap muncul setelah perayaan Lebaran.

Penyebabnya beragam, mulai dari perubahan pola makan, kelelahan, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

"Kita sangat perlu mewaspadai sejumlah potensi penyakit yang bisa muncul setelah perayaan Lebaran biasanya pengaruhi perubahan pola makan, kurang istirahat, serta sejumlah faktor lainnya yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh menjadi lebih rentan," ujar Sari, Minggu, 22 Maret 2026.

1. Wasir

Salah satu keluhan yang perlu diwaspadai adalah wasir. Gangguan ini bisa muncul ketika pola makan selama Lebaran tidak terkontrol, terutama jika terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah serat seperti kue-kue Lebaran dan camilan sejenis. Kurangnya asupan buah dan sayur dapat memicu gangguan pencernaan yang berujung pada wasir.

2. Gula Darah

Selain itu, lonjakan gula darah juga menjadi masalah yang cukup sering ditemukan setelah Lebaran. Kondisi ini dipicu oleh tingginya konsumsi makanan dan minuman manis yang hampir selalu tersedia saat hari raya, seperti kue kering, camilan manis, hingga minuman bersirup.

3. Kolesterol

Terdapat juga peningkatan risiko meningkatnya kolesterol akibat konsumsi makanan bersantan dan berlemak yang identik dengan sajian Lebaran. Hidangan seperti opor, rendang, dan makanan sejenis dapat memicu kenaikan kolesterol jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi kelompok lanjut usia atau mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu.

Kenaikan kolesterol ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu gangguan kesehatan lain yang lebih serius, seperti tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, hingga masalah pembuluh darah.

4. Flu

Tak hanya penyakit yang berkaitan dengan makanan, flu juga masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering muncul selama dan setelah Lebaran. Penyakit ini biasanya dipicu oleh kelelahan akibat padatnya aktivitas silaturahmi, perjalanan jauh, kurang tidur, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga keseimbangan selama merayakan Idulfitri, mulai dari mengatur porsi makan, memperbanyak konsumsi serat, membatasi makanan manis dan berlemak, hingga memastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Luncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi, Bisa Hemat APBD Rp8 Triliun

Pemkot Tangsel Luncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi, Bisa Hemat APBD Rp8 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:56

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya menuju kota masa depan yang ramah lingkungan. Berkolaborasi dengan Global Buildings Performance Network (GBPN), Pemkot Tangsel resmi meluncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi pada Rabu, 13 Mei 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

KAB. TANGERANG
Banyak Warga Nikah Siri, 1.000 Pasangan di Kabupaten Tangerang Ditarget Ikut Isbat Nikah

Banyak Warga Nikah Siri, 1.000 Pasangan di Kabupaten Tangerang Ditarget Ikut Isbat Nikah

Kamis, 14 Mei 2026 | 17:51

Fenomena pernikahan siri atau pernikahan yang belum tercatat secara negara masih banyak ditemukan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama pasangan lanjut usia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill