Connect With Us

Ahli Waris Keberatan Perbaikan Jalan Khairudin Sangiang, Sebut Bukan Aset Pemkot Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 3 September 2026 | 17:49

Pengerjaan proyek perbaikan Jalan Khairudin, Sangiang, Kota Tangerang, dipertanyakan pihak ahli waris pemilik lahan. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com— Proyek perbaikan Jalan Khairudin di Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dipersoalkan oleh pihak ahli waris pemilik lahan. 

Pihak ahli waris keluarga almarhum H Chaerudin mempertanyakan pelaksanaan peningkatan jalan yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Tangerang 

Pasalnya, jalan yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto dengan Jalan Prabu Kian Santang tersebut bukan merupakan aset milik pemerintah daerah.

Kuasa hukum ahli waris, Iman Firmansyah, mengatakan, kliennya telah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada Pemkot Tangerang agar pekerjaan di lokasi tersebut tidak dilanjutkan sebelum persoalan status lahan diselesaikan.

Dikatakan Iman, pihak ahli waris telah mengirimkan surat keberatan sebanyak tiga kali kepada pihak terkait.

“Surat keberatan pertama dilayangkan ahli waris tertanggal 28 April 2026 yang ditujukan kepada Walikota Tangerang melalui bagian umum Sekretariat Daerah Kota Tangerang. Selanjutnya kami selaku kuasa hukum ahli waris yang bergabung dalam Lootust & Associate Law Firm, juga melayangkan surat keberatan kedua masih ditujukan kepada walikota, pada 27 Juli 2026. Kemudian terakhir, kami kembali mengirim surat keberatan ketiga pada 27 Agustus lalu,” ungkap Iman.

Lebih lanjut, pihak ahli waris meminta agar tidak ada kegiatan pembangunan yang dilakukan di atas lahan tersebut sampai keberatan yang diajukan mendapatkan penyelesaian. Namun, pekerjaan fisik perbaikan jalan disebut tetap berjalan.

“Klien kami merasa keberatan atas pembangunan dan perbaikan Jalan Khairudin. Selain tanpa izin, sosialisasi dan pemberitahuan resmi, klien kami merupakan pemegang hak atas tanah jalan tersebut,” terang Iman.

Pihak ahli waris, lanjut Iman, masih membuka peluang penyelesaian melalui audiensi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. 

Meski demikian, langkah hukum akan dipertimbangkan apabila pekerjaan tetap diteruskan tanpa adanya penyelesaian mengenai klaim kepemilikan lahan.

“Apabila pihak terkait bertindak sewenang-wenang dan tetap melanjutkan pekerjaan peningkatan jalan di atas tanah milik ahli waris, maka kami akan melakukan upaya hukum agar klien kami mendapatkan haknya,” tegas Iman.

Sementara itu, Iie Suhrowardi, anak almarhum H Chaerudin, menyatakan keluarganya memiliki dokumen yang menurutnya menjadi bukti kepemilikan atas lahan Jalan Khairudin.

Ia menyebut keluarganya memiliki akta jual beli atau AJB atas lahan tersebut.

“Jalan tersebut bukanlah wakaf atau hibah, sebab lahan tersebut murni hasil pembelian ayah kami saat beliau masih ada. Terkait pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemkot Tangerang, kami meminta supaya pihak terkait segera menghentikan kegiatannya,” tutur Iie.

Menurut Iie, penggunaan anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur perlu memperhatikan status kepemilikan lahan. 

Karena itu, keluarganya meminta persoalan tersebut diselesaikan terlebih dahulu.

“Kami akan terus melakukan upaya hukum guna memperjuangkan hak keluarga. Namun kami tetap membuka diri dengan menggelar audiensi terkait penyelesaian perkara ini. Namun apabila Pemkot Tangerang masih menutup mata atas kasus ini, maka kami akan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang," tutup Iie.

KAB. TANGERANG
Anggota Polresta Tangerang Dilaporkan ke Propam Terkait Barang Bukti Kasus Pembunuhan Bos Jamu

Anggota Polresta Tangerang Dilaporkan ke Propam Terkait Barang Bukti Kasus Pembunuhan Bos Jamu

Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:58

Kasus pembunuhan bos jamu bernama Joni dengan terdakwa Elsa Marlina yang merupakan istrinya, telah diputus majelis hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten pada Rabu 21 Oktober 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill