TANGERANGNEWS.com-Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ke wilayah Banten, termasuk Kota Tangerang, menyebabkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seluruh sekolah dan penutupan Bandara Soekarno-Hatta demi keselamatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang kualitas udara di kota ini dipastikan masih berada dalam kategori aman dan layak bagi kesehatan.
Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengungkapkan bahwa hasil pemantauan dari platform IQAir pada Senin 7 September 2026, pukul 08.00 WIB menunjukkan angka Air Quality Index (AQI) US berada di level 42.
"Angka tersebut berada pada kategori bagus dalam indeks kualitas udara IQAir," ujarnya.
Kabar melegakan ini turut diperkuat oleh data dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPUnet) Kementerian Lingkungan Hidup yang bersumber dari empat stasiun pemantauan, yakni Stasiun Pasir Jaya, Benteng Betawi, Karang Tengah, dan Stasiun Kali Pasir.
Seluruh stasiun tersebut mencatat parameter udara berada dalam kisaran kondisi baik hingga sedang serta masih memenuhi baku mutu aman.
Kendati demikian, DLH Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Berdasarkan prakiraan IQAir, angka AQI harian berpotensi menyentuh angka 123 seiring dengan dinamika cuaca dan lingkungan yang terus berubah.
Suhu udara di wilayah Kota Tangerang sendiri terpantau berada di kisaran 28 derajat Celsius.
"Meski pantauan saat ini masih menunjukkan kondisi baik, masyarakat Kota Tangerang tetap diimbau tidak mengabaikan perkembangan kualitas udara. Kondisi atmosfer dapat berubah sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan, khususnya di tengah perhatian terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau," jelas Yudi.
Pemkot Tangerang turut mengimbau warga agar tetap tenang namun waspada. Masyarakat diminta lebih peka terhadap kondisi kesehatan masing-masing, terutama jika mulai merasakan gejala ringan seperti batuk, tenggorokan gatal, iritasi mata, maupun gangguan pernapasan.
Warga disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila keluhan tersebut muncul, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika kondisi tidak kunjung membaik.
"Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Data kualitas udara dari berbagai platform dapat menjadi informasi tambahan bagi masyarakat dalam memantau kondisi lingkungan secara berkala," pungkas Yudi.