TANGERANGNEWS.com- Kota Tangerang masuk status Awas kekeringan meteorologis pada Dasarian I Oktober 2026 berdasarkan surat peringatan dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, peringatan tersebut tertuang dalam surat BNPB bernomor B-66/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026.
Menindaklanjuti surat itu, Pemkot Tangerang diminta menjalin koordinasi intens dengan instansi terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi, termasuk alternatif pasokan air bersih jika dibutuhkan.
Rekomendasi BNPB meliputi identifikasi wilayah berisiko, pemantauan informasi cuaca, penyebaran peringatan dini, serta kesiapan pemenuhan kebutuhan air bersih.
"BPBD Kota Tangerang juga mengimbau, masyarakat mengenai penghematan penggunaan air bersih dan penerapan pola hidup hemat air," kata Mahdiar di Tangerang, Selasa, 13 Oktober 2026, dilansir dari Antara.
Mahdiar menjelaskan, suhu udara di Kota Tangerang selama periode 12–18 Oktober 2026 diprakirakan cukup terik, dengan suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius.
Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan, serta mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi.
"Peringatan dini kekeringan tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Meski prakiraan cuaca menunjukkan kondisi cerah pada beberapa hari, status peringatan dini tidak berarti seluruh wilayah Kota Tangerang telah mengalami kekeringan," jelas Mahdiar.
Warga yang mengalami kendala pasokan air atau menghadapi situasi darurat terkait krisis air dapat menghubungi layanan darurat 112. Masyarakat juga bisa mengontak nomor piket BPBD Kota Tangerang di 021-5582-144 yang beroperasi selama 24 jam.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak kemarau terhadap ketersediaan air bersih.
Selain menyiapkan kebutuhan air, Pemkot Tangerang berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait upaya normalisasi sungai dan drainase sebagai langkah jangka panjang.
"Ini bukan persoalan kewenangan, tapi sejauh mana tingkat koordinasi kita, komunikasi kita, kesadaran kita untuk menjaga persoalan-persoalan yang akan terjadi," pungkasnya.