Connect With Us

Ratusan Warga Stop Pembangunan Vila Grand Tomang 2

| Minggu, 29 April 2012 | 15:53

Warga demo Vila Grand Tomang 2 ( / )

TANGERANG-Sekitar 500 warga RW 10 Perumahan Taman Elang, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, mendemo komplek pembangunan Vila Grand Tomang 2 yang bersebelahan dengan perumahan mereka, Minggu (28/4). Mereka menuntut pihak pengembang Villa Grand Tomang 2, PT Dian Harapan Mulia (DHM), menghentikan pembangunan karena membangun drainase di lahan resapan air.
 
Dalam aksi demo tersebut, ratusan warga yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak ini berjalan dari perumahan mereka menuju Vila Grand Tomang 2. Setelah sampai, mereka meringsek masuk ke dalam perumahan. Namun seorang pria yang diduga preman memaksa warga untuk mundur. Akhirnya sempat terjadi keributan antara warga dengan preman tersebut. Hal itu tak berlangsung lama setelah polisi mengamankan pria itu.
 
Menurut Ketua RW 10 Joko, PT DHM telah membuat drainase di atas lahan resapan air yang bersebelahan dengan perumahan Taman Elang. Drainase tersebut, kata dia, tidak sesuai site plan Vila Grand Tomang 2.
 
"Drainase ini terbentuk dari pengurukan tanah saat pembangunan. Sementara dalam site plan, drainase itu seharusnya dibangun di tengah-tengah perumahan Vila Grand Tomang 2. Kalau begini, rumah warga yang bersebelahan dengan drainase itu pasti rubuh karena tergerus air. Sedangkan Jika terjadi hujan, air akan masuk ke perumahan sehingga terjadi banjir," katanya.
 
Sementara Ketua Forum Masyarakat Peduli Banjir (FMPB) RW 10 Tumino mengatakan, sebelumnya warga telah melakukan hearing dengan pihak pengembang, DPRD Kota Tangerang dan dinas terkait. Dari hasil hearing, dipenuhi kesepakatan bahwa pengembang harus menghentikan pembangunan sebelum membangun drainase yang sesuai ketentuan. Namun kenyatannya, pengembang melanggar kesepakatan dengan terus melanjutkan pembangunan.
 
"Bahkan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim telah datang ke lokasi perumahan dan menginstruksikan agar pembangunan dihentikan. Tapi pengembang pintar, pembangunan dilakukaan saat hari kerja, sehingga warga tidak bisa demo," katanya.
 
Menurutnya, hal tersebut jelas telah melanggar Perda No 7/2007 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan UU No 24/2008 yang berisi bahwa daerah atau tanah resapan air tidak boleh untuk lahan komersil. "Untuk itu kita menuntut agar pembangunan ini segera dihentikan sebelum dibangun drainase yang sesuai dengan ketentuan. Jika tidak, kita akan paksa mandornya untuk tidak bekerja," ungkap Tumino.(RAZ)

KOTA TANGERANG
Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Jawab Kebutuhan Listrik Besar untuk AI dan Pusat Data, Wärtsilä Unjuk Teknologi Pembangkit Modular di Enlit Asia ICE BSD

Rabu, 23 September 2026 | 19:38

Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis

Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis

Rabu, 23 September 2026 | 20:12

Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill