Banjir di Cipondoh Kian Sering, Warga Sebut Kini Bisa Terjadi Berkali-kali dalam Sebulan
Selasa, 5 Mei 2026 | 20:57
Warga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi.
TANGERANGNEWS.com-Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Kecamatan Pinang Kota Tangerang, membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Kota Tangerang.
Selama berdiri, SD ini baru pertama kali mengalami permasalahan pengadaan meubeler dari Dinas pendidikan Kota Tangerang. Dari Enam ruang belajar yang ada di Sekolah tersebut, kondisi meja dan kursi siswa hampir 80 persen sudah tidak layak untuk digunakan lagi. Pihak sekolah sudah berusaha mengajukan permohonan pengadaan meubeler kepada Diknas pendidikan.
Namun, hingga kemarin SDN 07 baru mendapat bantuan pengadaan meubeler hanya 2 ruangan saja sementara kapasitas ada 6 ruangan. Guru Sekolah SDN 07 Pinang, Tati membenarkan jika kondisi meja dan kursi disekolahnya sudah tidak layak pakai lagi.
“SD ini baru selesai di renovasi setahun yang lalu, dan sejak itu hingga sekarang belum mendapat bantuan meubeler baru hari selasa sekolah ini mendapatkan meubeler itupun hanya 2 ruangan selebihnya pihak sekolah meminjam bangku dan meja untuk proses belajar siswa,” ungkap Tati Sementara itu, Kepala Unit Pelayan Teknis Dinas (UPTD) kecamatan Pinang Murwati kepada TANGERANGNEWS mengakui kondisi tersebut.
Pihak dari Dinas pendidkan sudah mengiriman meubeler ke sekolah tersebut tapi sejauh ini pihak UPTD tidak mengetahui jika kondisi meubeler tersebut kurang layak. “Saya belum tahu itu,” katanya. (RAZ)
TODAY TAGWarga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi.
Memasuki lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/26, Persita Tangerang akan menghadapi lawan berat saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Selasa, 5 Mei 2026, malam pukul 19.00 WIB.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews