Connect With Us

Pagar Dibongkar Satpol PP, Mikasa Gugat Warga

| Rabu, 3 Oktober 2012 | 15:17

PT Mikasa menggugat warga, karena jalan dan pagar dirusak. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG
-Pagar beton dibongkar Satpol PP, Kabupaten Tangerang  PT Mikasa Pama Internasional menggugat Susanarita (pemilik  PT Tri Eksis yang tanahnya berada di dekat lahan PT Paramount Serpong) ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (3/10).

PT Mikasa mengira yang melakukan perusakan pagar adalah Susanarita. Adapun pagar yang di rusak adalah disamping tanah milik Tri Eksis yang berlokasi di Cihuni, Curug Sangereng, Pagedangan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Pembongkaran pagar terjadi pada  15 November 2010, namun karena dibangun lagi oleh PT Paramount Serpong. Satpol PP  pada 16 Desember 2010 lalu akhirnya membongkar lagi pagar itu.

Adapun gugatan dilakukan PT Mikasa yang mengklaim memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) tudingannya perbuatan melanggar  hukum, dengan merusak bangunan.

Dalam sidang yang diketuai Hakim Ketua, Asiadi Sembiring  menghadirkan mantan Kepala Penindakan Satpol PP Kabupaten Tangerang Tholib Effendi yang kini menjabat Kepala Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Epo Haeri warga setempat dan Sekretaris PT Tri Eksis Fitri Ariawati. 

Hakim menanyakan kepada Tholib, apakah benar yang merusak pagar PT Mikasa adalah preman yang dibayar oleh PT Tri Eksis, namun itu dibantah Tholib. "Kami (Satpol PP) yang melakukan pembongkaran, karena tidak ada Izin Mendirikan Bangunan memasang pagar itu," ujar Tholib.

Ada tidak preman di sekitar lokasi saat pembongkaran, tanya Hakim kepada Tholib."Tidak ada. Kami melakukan itu sesuai dengan surat perintah dari Bupati yang sudah dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi antar instansi," ujar Tholib.

Tholib juga mengatakan, tudingan PT Mikasa juga salah, lantaran pagar yang dibangun bukanlah milik PT Paramount Serpong. "Itu jalan desa.  Aset daerah dan  pernah dibiayai APBD," terangnya.
Sementara itu, kuasa hukum Susanarita, Zerry Syahrial dalam sidang tersebut menunjukan bukti berupa foto bahwa yang melakukan pengerusakan bukanlah pihak  Susanarita. “Ini pak hakim buktinya, ada juga di sini pak Tholib dan sejumlah wartawan yang waktu itu meliput,” ujarnya.
 
Sementara itu, Kuasa Hukum PT Mikasa, yakni  Jhon Aziz bertanya kepada Tholib yang merupakan saksi dari tergugat. “Keterangan saudara saksi sangat menentukan, ada ancaman hukumnya kalau anda berbohong,” ujarnya.  

Lalu, dia bertanya lebih dulu mana penidirian pagar tersebut dengan bangunan milik Susanarita. “Saya tidak tahu kalau soal itu,” kata Tholib.
Lalu Jhon bertanya lagi kepada Tholib, tahukah anda kalau kami memiliki izin prinsip sekitar 400 izin. “Kenapa anda hanya membongkar pagar milik kami yang ada di sana, kan banyak pagar PT Paramount di sana,” tanya Jhon. Lalu dijawab Tholib dirinya hanya melaksanakan tugas. “Karena tidak ada perintah,” ujarnya.  
 
Kuasa hukum penggugat  juga mengatakan,  pagar tersebut telah dibangun sejak tahun 1990. Dan, itu jalan bukan milik Pemkab Tangerang. Itu milik PTPN yang dijual ke Podomoro, lalu di jual ke PT Mikasa sampai sekarang. “Adapun saksi saat ini dari tergugat tidak berkompeten,” ujar Jhon Aziz.
 

BANTEN
Andra Soni Beri Golok Pusaka Banten ke Kemenpora, Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2032

Andra Soni Beri Golok Pusaka Banten ke Kemenpora, Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2032

Kamis, 21 Mei 2026 | 23:36

Provinsi Banten menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk menjadi saksi sejarah pesta olahraga terbesar di tanah air.

BISNIS
Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:26

FBC Aesthetic and Revitalization Center, klinik estetika premium di Gading Serpong, Tangerang, meluncurkan XERF by Cynosure Lutronic, sebuah teknologi pengencangan (skin tightening) dan pengangkatan kulit (skin lifting) generasi terbaru.

TEKNO
Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online

Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:33

Masyarakat bisa mengecek sendiri apakah KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka pernah dipakai untuk pinjaman online (pinjol) tanpa izin.

TANGSEL
Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Setubuhi Anak Didiknya, Terbongkar dari Isi Chat

Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Setubuhi Anak Didiknya, Terbongkar dari Isi Chat

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:05

Dunia olahraga di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguncang kabar miring. Polda Metro Jaya saat ini tengah mendalami kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum pelatih olahraga sepatu roda

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill