Connect With Us

Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 6 Februari 2026 | 11:09

Tampak kepulan asap keluar dari cerobong pabrik PT. Krakatau Steel, Cilegon. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Arus masuk baja impor berharga rendah dari China dinilai terus menekan kinerja industri baja nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melemahnya produksi dalam negeri karena pasar dipenuhi produk impor yang lebih murah dan sulit disaingi.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menyampaikan, salah satu indikator paling terasa adalah tingkat utilisasi pabrik baja nasional yang hingga saat ini belum mampu menembus angka 60 persen. 

Rendahnya pemanfaatan kapasitas itu terjadi karena kebutuhan pasar domestik sebagian besar terserap oleh produk impor.

"Ini karena pasar diisi produk-produk baja murah dari Tiongkok. Kami hitung kurang lebih potensi impor Indonesia dari kebutuhan baja kurang lebih ekuivalen hampir mencapai Rp80 triliun per tahun," kata Akbar dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 6 Februari 2026.

Selain membanjirnya produk impor, tekanan terhadap industri baja nasional juga datang dari relokasi pabrik baja asal China ke Indonesia yang telah berlangsung selama sekitar satu dekade terakhir. 

Pabrik-pabrik tersebut banyak menggunakan teknologi induction furnace atau tungku induksi yang dinilai menambah ketat persaingan di pasar domestik.

Akbar menilai penggunaan teknologi tersebut tidak hanya berdampak pada persaingan harga, tetapi juga menimbulkan risiko lain yang lebih luas. Ia menyinggung adanya persoalan impor scrap yang berpotensi tercemar.

"Induction furnace ini yang kemarin juga ada hubungannya dengan mengimpor scrap yang tercemar bahan nuklir. Ini dampaknya bisa kemana-mana," ucap Akbar.

Tekanan berkepanjangan tersebut mulai berimbas pada operasional industri baja dalam negeri. 

Akbar mengungkapkan salah satu perusahaan patungan Krakatau Steel, yakni Krakatau Osaka Steel, dijadwalkan menghentikan kegiatan produksinya pada April mendatang. 

Sebelumnya, pabrik baja produk panjang di Surabaya juga telah lebih dulu menghentikan operasional karena tidak mampu bersaing dengan derasnya impor baja murah.

Menghadapi situasi itu, Krakatau Steel mengajukan sejumlah langkah yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi industri baja nasional. 

Usulan tersebut meliputi penataan kembali tata niaga impor baja, percepatan penerapan bea masuk anti-dumping, penguatan kebijakan tingkat kandungan dalam negeri, serta perluasan kewajiban Standar Nasional Indonesia sebagai instrumen perlindungan pasar domestik.

Meski demikian, Krakatau Steel mencatatkan perbaikan kinerja keuangan. Akbar menyampaikan, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$955 juta atau sekitar Rp16 triliun pada 2025, dengan asumsi kurs Rp16.790 per dolar AS. Angka tersebut tumbuh 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja juga tercermin dari volume penjualan baja yang meningkat 29 persen menjadi 945 ribu ton dalam satu tahun terakhir.

Peningkatan tersebut didorong oleh transformasi operasional, pengendalian biaya, serta fokus pada segmen pasar dengan margin yang lebih tinggi, seiring upaya perusahaan memperkuat fundamental dan memperluas kembali akses pasar.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BISNIS
Atasi Masalah Hama di Rumah dan Tempat Usaha, ecoCare Pest Padukan Konsep P.E.S.T dan Teknologi Modern

Atasi Masalah Hama di Rumah dan Tempat Usaha, ecoCare Pest Padukan Konsep P.E.S.T dan Teknologi Modern

Jumat, 12 Juni 2026 | 13:16

Gangguan hama di rumah maupun area bisnis bukan sekadar mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan serta merusak struktur bangunan.

KAB. TANGERANG
Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:01

Petugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill