Connect With Us

Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 2 Februari 2026 | 23:00

Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng (CJB) jadi oleh-oleh baru di Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kota Tangerang baru saja kedatangan primadona baru di dunia kuliner dan buah tangan. Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng (CJB) hadir sebagai ikon oleh-oleh yang lahir dari semangat edukasi dan kewirausahaan anak muda.

Produk unggulan ini merupakan buah pemikiran Jamaludin Mufid, atau yang akrab disapa Kak Mufid, Kepala Sekolah Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) Prestasi Gemilang.

Uniknya, kopi ini merupakan hasil nyata dari kurikulum praktis mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan bagi siswa-siswi pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

 

Membawa Nama Ikon Kota ke Dalam Cangkir

Nama Jembatan Berendeng dipilih bukan tanpa alasan. Terinspirasi dari kemegahan jembatan ikonik di Kota Tangerang, Kak Mufid ingin produk ini menjadi jembatan informasi bagi masyarakat luas tentang pesona pembangunan di kota ini.

"Tujuan kami adalah mem-branding dan memperkenalkan hasil pembangunan Kota Tangerang yang luar biasa melalui produk yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan," ujarnya, Senin 2 Februari 2026.

Setiap butir kopi CJB diproses secara mandiri di sekolah. Mulai dari pemilihan green bean pilihan dari berbagai pelosok Nusantara, proses roasting, hingga penggilingan, semuanya dilakukan dengan standar kualitas tinggi.

Bagi pencinta kopi, CJB menawarkan varian rasa yang masuk di semua kalangan. Ada menu klasik bagi penikmat kopi sejati, hingga menu kekinian yang digandrungi Gen Z seperti Kopi Susu Gula Aren, Butterscotch dan Matcha.

 

Harga Ramah Kantong

Kualitas premium tidak harus mahal. Kopi seduhan segar dibanderol mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000, sementara untuk kemasan bubuk oleh-oleh bisa dibawa pulang hanya dengan Rp25.000.

Menariknya lagi, jika Anda berkunjung langsung ke coffee shop-nya di Jalan Sukabakti 4 Nomor 36, Kelurahan Sukasari,  akan dilayani langsung oleh para siswa yang telah dilatih secara profesional menjadi barista.

 

Sudah Go-Digital dan Masuk Toko Oleh-oleh

Kini, Kopi Cap Jembatan Berendeng sudah bisa ditemukan di sentra oleh-oleh ternama seperti Nyonya Lau dan Toko Bintang Sawi. Bagi yang berada di luar kota, tak perlu khawatir, karena kopi ini sudah tersedia di Shopee dan TikTok.

Ingin tahu lebih lanjut atau sekadar mengintip proses pembuatannya? Langsung saja intip akun Instagram mereka di @kopitangerang_cjb.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KAB. TANGERANG
Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill