Connect With Us

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Tangsel Ancam Denda Rp50 Juta Bagi Pembakar Sampah 

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 6 Mei 2026 | 09:07

Ilustrasi kota berpolusi (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Kualitas udara di Tangerang Selatan (Tangsel) dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian setelah kondisi langit yang terlihat berkabut. 

Situasi ini dinilai berkaitan dengan meningkatnya tingkat polusi yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel merespons kondisi tersebut dengan membuka akses data kualitas udara kepada publik. 

Melalui platform digital Tangsel ONE, masyarakat dapat memantau kondisi udara secara langsung sebagai bentuk transparansi sekaligus pengawasan bersama.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel TB Asep Nurdin mengatakan, pemerintah tidak akan menghindar dari persoalan ini.

"Kami tidak akan mencari alasan teknis atau geografis untuk membenarkan kondisi ini. Fokus kami saat ini adalah solusi nyata melalui kebijakan progresif dan penegakan aturan secara ketat," ujarnya.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penindakan terhadap sumber polusi lokal, terutama praktik pembakaran sampah di permukiman. 

Lebih lanjut, pelanggaran tersebut dapat dikenakan sanksi tegas berupa denda hingga Rp50 juta sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, pengendalian emisi kendaraan juga menjadi perhatian. Pemkot mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke transportasi umum maupun kendaraan ramah lingkungan guna mengurangi beban polusi di wilayah tersebut.

Di sisi lain, tingginya arus kendaraan dari luar daerah turut memperburuk kondisi udara. Aktivitas di pusat perbelanjaan dan kawasan kegiatan berskala besar disebut menjadi salah satu penyumbang emisi yang sulit dikendalikan secara langsung oleh pemerintah daerah.

"Setiap hari ribuan kendaraan dari luar daerah masuk ke pusat perbelanjaan dan pusat acara. Emisi dari kendaraan pendatang ini menjadi variabel besar yang memengaruhi kualitas udara," kata Asep.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
IDI Nilai Komentar Nirempati Oknum Nakes ke Yurizal Pasien BPJS karena Dipicu Burnout

IDI Nilai Komentar Nirempati Oknum Nakes ke Yurizal Pasien BPJS karena Dipicu Burnout

Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:41

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi munculnya komentar yang dinilai tidak berempati dari sejumlah akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill