Connect With Us

Menuduh Selingkuh, Empat Pemeras Ditangkap

| Rabu, 17 April 2013 | 16:48

Ilustrasi. (tangerangnews / ist)

TANGERANG-Empat orang pelaku penganiayaan dan pemerasan dengan modus menuduh korbannya telah berselingkuh dengan salah satu istri tersangka di Kota Tangerang, ditangkap petugas Polsek Karawaci , Kota Tangerang, Banten. Selain empat orang tersebut, polisi juga menyita satu mobil milik tersangka dan motor korban.

Empat bersaudara tersangka kasus penganiayaan dan pemerasan terhadap seorang warga Karawaci itu tertunduk malu saat diamankan petugas kepolisian.
Bahkan, salah satu tersangka yang berprofesi sebagai sopir di salah satu perguruan tinggi di Kota Tangerang

Keempat tersangka itu adalah Poryanto, Dodi Erwansyah, Sawadi serta Dalius Porwanto. Dalam aksinya, keempatnya pelaku nekat melakukan penganiayaan kepada Irawan Sugiyanto korbannya yang dituduh selingkuh dengan istri Sawadi. “Tak hanya melakukan penganiayaan keempat  pelaku juga memeras korban, dengan meminta uang Rp80 juta serta merampok sepeda motor serta telpon genggam milik korban,” terangnya, Kapolsek Karawaci Kompol Priyo Teguh Utomo, Rabu (17/04).  
Setelah berhasil merapok, para pelaku yang membawa paksa Irawan dengan berkeliling Kota Tangerang menelantarkan korbannya dan membuangnya di tengah jalan di sekitar  Jatiuwung.
“Pelaku ini dalam aksinya memancing korban-nya untuk melakukan komunikasi melalui pesan singkat dengan istri salah satu tersangka. Setelah cukup dekat, pelaku lalu mengajak korban untuk bertemu. Disitulah pelaku menuduh korban telah berselingkuh lalu menganiaya, memeras dan merampok korban,” ujar.
Salah seorang pelaku bernama Poryanto mengatakan, dirinya baru pertama kali melakukan aksi tersebut. Jika sampai berhasil, dirinya mengaku akan menggunakan uang tersebut untuk menafkahi keluarga. “Saya kan tidak kerja,” kilahnya. (DRA)
 
OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill