Connect With Us

SDN 6 Karawaci Kota Tangerang Diduga Lakukan Pungli

| Jumat, 3 Mei 2013 | 19:12

Ilustrasi. (tangerangnews / tangerangnews)

 
TANGERANG-SDN Karawaci 6 Kota Tangerang diduga melakukan pungli terhadap siswanya untuk keperluan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Jika tidak membayar, siswa diancam tidak bisa mengukuti ujian.
 
Hal itu dikatakan salah satu orang tua siswa, Melliana Araswati, ketika ditemui wartawan, Jumat (3/4). Menurutnya, pihak sekolah meminta pungutan dua kali dengan jumlah total sebesar Rp 700 ribu. Yang pertama Rp 300 ribu dengan alasan untuk ujian praktek dan operasional UASBN, sementara yang kedua Rp 400 ribu untuk perpisahan siswa usai UASBN.
 
"Katanya untuk keperluan ujian seperti membayar pengawas dan guru honorer serta mengurus administrasi UASBN ke Dinas Pendidikan. Mereka berdalih sekolah kekurangan dana BOS. Tapi saat saya minta kwitansi dan tanda tangan kepala sekolah tidak dikasih, cuma dikasih memo saja," paparnya.
 
Melliana juga merasa hal itu membebaninya, karena jika tidak bayar lunas, siswa tidak bisa ikut ujian. Pungutan tersebut, kata dia, instruksi dari Kepala SDN Karawaci 6 Kota Tangerang Syarifudin Ardiwinata. "Pihak sekolah menagih terus, katanya kalau tidak dibayar dilarang ikut ujian," pungkasnya.
 
Sementara Syarifudin ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya  memungut biata kepada siswa sebesar Rp 700 ribu. Namun, dia berdalih itu semua untuk membiayai tryout dan tabungan siswa untuk membayar perpisahan usai UASBN.

"Dana BOS dari pusat belum turun, sementara kita harus membiayai keperluan UASBN. Sedangkan biaya perpisahan, kalau siswa tidak ikut akan dikembalikan," paparnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Tabrani mengaku, sedang menerjunkan SKPD untuk mengkonfirmasi kebenaran tentang pungutan yang dilakukan SDN 6 Karawaci kepada siswa. Tabrani menjamin siswa tidak bisa dilarang mengikuti UASBN.
 
"Saya belum tahu pastinya, sedang dikonfirmasi. Tapi saya jamin siswa akan ikut ujian, tidak ada yang dilarang," tegasnya.(RAZ)

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KAB. TANGERANG
Kontrakan Jadi Tempat Open BO di Rajeg Tangerang Digeruduk Warga, 4 Orang Diamankan

Kontrakan Jadi Tempat Open BO di Rajeg Tangerang Digeruduk Warga, 4 Orang Diamankan

Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:32

Warga Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang menggeruduk, sebuah rumah kontrakan yang dijadikan praktik prostitusi online, pada Sabtu 1 Agustus 2026 malam.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill