Connect With Us

Ditinggal Ibu mabuk, Bocah Ini Disusui Anjing

Denny Bagus Irawan | Sabtu, 5 September 2015 | 13:06

Ilustrasi Bayi (Merdeka / TangerangNews)

SANTIAGO - Seorang bocah berumur dua tahun di Chile hidup dengan anjing yang sedang hamil. Bocah itu bahkan disusui anjing tersebut setelah ibunya yang pemabuk meninggalkannya tanpa makanan dan air, di sebuah bengkel.

Kondisi bocah berumur dua tahun yang belum diidentifikasi itu sangat memprihatinkan. Dia tidak mengenakan pakaian dan mengalami kekurangan gizi. Dia berbagi makanan dengan anjing bernama Reina milik tetangganya.

Warga setempat yang iba dengan nasib bocah tersebut telah melapor ke polisi. Dia lantas dibawa ke Rumah Sakit Daerah Dr Juan Noé, sekitar 1.240 mil utara dari Ibu Kota, Santiago, tempat di mana dia ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Menurut Daily Mail, Sabtu (5/9/2015), yang mengutip laporan media lokal, anak itu telah menderita infeksi kulit dan dihinggapi kutu. Para pejabat setempat percaya, anak yang kelaparan itu diselamatkan anjing yang menyusuinya.

Pejabat Polisi setempat, Kapten Polisi Diego Gajardo mengatakan ada tanda-tanda bahwa anak itu sengaja ditinggalkan ibunya. Menurutnya, anak tersebut terlihat oleh pejalan kaki sedang melahap makanan anjing yang sedang hamil.

Menurut para tetangganya, di saat bayi berumur dua tahun itu dirawat di rumah sakit, ibunya justru mabuk berat.

Gajardo kepada wartawan mengatakan, sejak berita tentang anak itu tersebar, ayahnya muncul di rumah sakit namun tidak berbuat banyak. Kini, bayi itu telah dibawa keluar dari rumah sakit dan dirawat oleh Otoritas Kesejahteraan Anak. Sedangkan ibunya belum ditangkap polisi.

Marcela Labraña, pejabat Layanan Nasional untuk Anak-anak Chile, mengaku malu dan prihatin dengan kasus itu. ”Ini adalah sebuah kisah yang membuat kita sangat malu,” katanya.”Situasi yang tidak manusiawi dan tercela,” lanjut dia.

“Kami tidak tahu pasti apakah anak ini (diberi makan oleh anjing) atau tidak ada yang berusaha menyelamatkan nyawanya,” imbuh Labrana. Sebuah sidang pengadilan keluarga dijadwalkan digelar 22 September 2015 nanti untuk menentukan siapa yang akan merawat bocah dua tahun itu.

SANTIAGO - Seorang bocah berumur dua tahun di Chile hidup dengan ajing yang sedang hamil. Bocah itu bahkan disusui anjing tersebut setelah ibunya yang pemabuk meninggalkannya tanpa makanan dan air, di sebuah bengkel.

Kondisi bocah berumur dua tahun yang belum diidentifikasi itu sangat memprihatinkan. Dia tidak mengenakan pakaian dan mengalami kekurangan gizi. Dia berbagi makanan dengan anjing bernama Reina milik tetangganya.

Warga setempat yang iba dengan nasib bocah tersebut telah melapor ke polisi. Dia lantas dibawa ke Rumah Sakit Daerah Dr Juan Noé, sekitar 1.240 mil utara dari Ibu Kota, Santiago, tempat di mana dia ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Menurut Daily Mail, Sabtu (5/9/2015), yang mengutip laporan media lokal, anak itu telah menderita infeksi kulit dan dihinggapi kutu. Para pejabat setempat percaya, anak yang kelaparan itu diselamatkan anjing yang menyusuinya.

Pejabat Polisi setempat, Kapten Polisi Diego Gajardo mengatakan ada tanda-tanda bahwa anak itu sengaja ditinggalkan ibunya. Menurutnya, anak tersebut terlihat oleh pejalan kaki sedang melahap makanan anjing yang sedang hamil.

Menurut para tetangganya, di saat bayi berumur dua tahun itu dirawat di rumah sakit, ibunya justru mabuk berat.

Gajardo kepada wartawan mengatakan, sejak berita tentang anak itu tersebar, ayahnya muncul di rumah sakit namun tidak berbuat banyak. Kini, bayi itu telah dibawa keluar dari rumah sakit dan dirawat oleh Otoritas Kesejahteraan Anak. Sedangkan ibunya belum ditangkap polisi.

Marcela Labraña, pejabat Layanan Nasional untuk Anak-anak Chile, mengaku malu dan prihatin dengan kasus itu. ”Ini adalah sebuah kisah yang membuat kita sangat malu,” katanya.”Situasi yang tidak manusiawi dan tercela,” lanjut dia.

“Kami tidak tahu pasti apakah anak ini (diberi makan oleh anjing) atau tidak ada yang berusaha menyelamatkan nyawanya,” imbuh Labrana. Sebuah sidang pengadilan keluarga dijadwalkan digelar 22 September 2015 nanti untuk menentukan siapa yang akan merawat bocah dua tahun itu.

source: http://international.sindonews.com/read/1041040/46/ditinggal-ibu-yang-mabuk-bocah-2-tahun-di-chile-disusui-anjing-1441426323?_ga=1.233391260.386300677.1437706426

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

NASIONAL
PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun

PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun

Rabu, 4 November 2026 | 18:21

PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill