Connect With Us

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Ilustrasi PHK. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030. 

Proyeksi tersebut disampaikan Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) yang menilai tekanan ekonomi dan masifnya adopsi kecerdasan buatan menjadi pemicu utama.

Dalam survei terbarunya, WEF mencatat sebanyak 41 persen perusahaan di berbagai negara berencana melakukan pengurangan jumlah karyawan secara signifikan hingga 2030.

Rencana tersebut muncul seiring semakin banyaknya jenis pekerjaan yang dapat diambil alih oleh teknologi otomatisasi dan robot berbasis AI.

Laporan Future of Jobs Report juga menunjukkan bahwa dunia usaha tengah bersiap menghadapi perubahan besar akibat disrupsi teknologi. 

Dari ratusan perusahaan global yang disurvei, 77 persen menyatakan akan fokus pada pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan tenaga kerja yang sudah ada dalam periode 2025–2030 agar mampu bekerja berdampingan dengan AI.

“Perkembangan AI dan energi terbarukan tengah membentuk ulang pasar tenaga kerja, mendorong meningkatnya permintaan untuk banyak peran teknologi atau spesialis, sekaligus menurunkan kebutuhan untuk pekerjaan lain, seperti desainer grafis,” kata WEF dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis, 8 Januari 2026.

Managing Director WEF Saadia Zahidi menyebut peran AI generatif yang dinilai semakin luas pengaruhnya di berbagai sektor industri.

Teknologi ini memungkinkan mesin menghasilkan teks, gambar, hingga konten orisinal lainnya berdasarkan perintah pengguna, sehingga mengubah cara kerja banyak profesi.

Menurut WEF, sejumlah pekerjaan administratif diprediksi mengalami penurunan paling cepat dalam beberapa tahun ke depan. 

Profesi seperti petugas layanan pos, sekretaris eksekutif, hingga petugas penggajian disebut semakin tertekan, baik akibat pemanfaatan AI maupun faktor struktural lainnya.

“Masuknya desainer grafis dan sekretaris hukum ke daftar sepuluh besar pekerjaan yang paling cepat menurun untuk pertama kalinya dalam sejarah laporan Future of Jobs mungkin menggambarkan meningkatnya kapasitas GenAI dalam mengerjakan pekerjaan berbasis pengetahuan,” tulis laporan itu.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap keterampilan terkait AI justru terus meningkat. Data survei menunjukkan hampir 70 persen perusahaan berencana merekrut tenaga kerja baru yang memiliki kemampuan merancang dan mengembangkan sistem AI. 

Selain itu, 62 persen perusahaan menyatakan akan menambah pekerja dengan keterampilan bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.

Meski memotret risiko besar di pasar tenaga kerja, WEF tetap melihat peluang di balik perubahan ini. AI generatif dinilai tidak semata-mata menggantikan peran manusia, tetapi juga berpotensi memperkuat kemampuan pekerja melalui kolaborasi manusia dan mesin, terutama untuk pekerjaan yang menuntut keterampilan sosial dan kreativitas.

Namun di lapangan, dampak AI terhadap tenaga kerja sudah mulai terasa. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan teknologi seperti layanan penyimpanan file Dropbox dan aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo secara terbuka menyebut penggunaan AI sebagai salah satu alasan di balik keputusan melakukan pemutusan hubungan kerja.

TOKOH
Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:25

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.

TEKNO
MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.

HIBURAN
Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:18

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan interaktif bagi para penumpang anak-anak beserta keluarga, dalam menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis 23 Juli 2026.

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill