Connect With Us

Prabowo Jika dengan Hatta, Golkar Galau

Rangga Agung Zuliansyah, Sumber TribunNews | Minggu, 11 Mei 2014 | 14:03

Ilustrasi Pilpres (Istimewa / TangerangNews)

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menganggap "perjodohan" Gerindra dengan PAN memang harus segera diresmikan. Mengingat kedua partai tersebut belum memiliki kepastian di pemilihan presiden mendatang.

Hanya Jokowi yang sudah memegang "boarding pass" karena suara PDIP, Nasdem, PKPI dan PKB sudah melebihi dari cukup untuk persyaratan suara gabungan parpol guna pengajuan pasangan capres-cawapres.

"Gerindra harus antisipasi kekecewaan jika nantinya Hatta Rajasa yang akan diumumkan secara resmi sebagai pendamping

Prabowo. Anies Matta, Hidayat Nur Wahid sebagai tiga kandidat terunggul di pemilahan raya PKS atau Aburizal Bakrie dari Golkar tentu akan galau setengah mati karena gagal menjadi cawapres," kata Ari Junaedi, Jumat (5/9/2014).
Kekecewaan terbesar pasti terjadi di Golkar karena raihan suaranya di pemilu legeslatif lebih besar daripada Gerindra dan Ical sudah rela menurunkan pangkatnya dari capres menjadi cawapres. Akan tetapi, ujar Ari, urung ditasbihkan sebagai cawapres koalisi yang dibangun Prabowo.
Menurut pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, motivasi PAN, PKS dan Golkar dengan merapat ke Gerindra tidak lain dan tidak bukan karena "cinta tertolak" dari Jokowi.

"Dari amatan saya, Golkar sejak awal membangun sikap tetap keukeuh mengajukan Ical sebagai capres ketika Jokowi sowan pasca pemilu legelastif kemarin. Demikian juga PAN ngebet menyorongkan nama Hatta Rajasa sebagai cawapres padahal Jokowi masih menjalin komunikasi politik dengan mitra-mitra yang lain dan membangun kesepahaman awal," tuturnya.

"PAN terlalu dini mengajukan Hatta sebagai cawapres. Sedang untuk PKS, saya menduga memang platformnya yang bertolak belakang dengan PDIP sehingga koalisi tersebut sulit terwujud,"ungkap Ari Junaedi yang meraih penghargaan World Customs Organization Sertificate of Merit 2014 karena pola pengajaran komunikasinya yang sangat inspiratif.

Dosen S2 Komunikasi Politik Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya dan Universitas Persada Indonesia (UPI YAI) Jakarta ini, menambahkan, jika Golkar dan PKS dan tambah lagi PPP jika jadi bergabung dengan Gerindra dapat dipastikan Prabowo akan menerapkan politik akomodatif.

"Omong kosong jika koalisi hanya diniatkan membangun kesejahteraan rakyat. Sudah dapat diduga, Gerindra akan "obral" kursi menteri untuk elit-elit parpol pendukungnya. Ibarat sedang kepepet, Gerindra akan bagi-bagi menteri untuk Golkar, PKS dan PPP asalkan mendukung pencapresan Prabowo," katanya.

"Koalisi bertipe kepepet ini saya ramalkan tidak langgeng dan rawan retak ditengah jalan jika nantinya Prabowo memenangkan pilpres," papar Ari Junaedi.
 
NASIONAL
Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya

Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya

Senin, 27 Juli 2026 | 14:28

Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK). 

KAB. TANGERANG
121 Insiden Kebakaran Terjadi di Kabupaten Tangerang dalam Sebulan

121 Insiden Kebakaran Terjadi di Kabupaten Tangerang dalam Sebulan

Senin, 27 Juli 2026 | 19:30

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 121 peristiwa kebakaran yang terjadi terjadi sejak 1 Juli hingga 26 Juli 2026.

TEKNO
Simak Tips Cegah Kejahatan Digital dan Deteksi Hoaks di Medsos

Simak Tips Cegah Kejahatan Digital dan Deteksi Hoaks di Medsos

Senin, 27 Juli 2026 | 20:21

Di tengah masifnya penggunaan media sosial dan layanan digital, ancaman kejahatan siber kian mengintai celah keamanan finansial masyarakat.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill