Connect With Us

G-20 Deklarasikan, Kirisi Global Mulai Membaik

| Minggu, 27 September 2009 | 15:23

TANGERANGNEWS–Pemimpin 20 negara yang tergabung dalam dewan ekonomi G-20 mendeklarasikan adanya kemajuan besar dalam upaya terkoordinasi mencegah terjadinya keruntuhan keuangan global. Namun demikian, G-20 juga menyatakan tentang perlunya kehati-hatian dari negara berkembang karena pekerjaan dan perjuangan masih jauh dari tuntas. Dalam pertemuan di Pittsburgh, Amerika Serikat, Sabtu (26/9) dini hari, para pemimpin G-20 berjanji akan mengembangkan sasaran-sasaran guna melawan ketidakseimbangan ekonomi yang dapat menimbulkan destabilisasi. Dan, mereka akan tetap menjalankan program stimulus dan memastikan pemulihan ekonomi akan terjadi. ”Pasar keuangan telah hidup kembali dan kami menahan krisis meluas lebih jauh ke negara-negara berkembang. Meski begitu, kami paham perjalanan masih sangat pajang” kata Presiden AS Barack Obama, pada akhir KTT G-20 di Pittsburgh. Dia mengatakan, upaya terkoordinasi itu telah menyelamatkan jutaan pekerjaan dan menjadikan dunia lebih akuntabel di bidang ekonomi dan tidak terlalu menghargai sikap keserakahan jangka pendek. “Ke depan, kami tidak bisa menoleransi praktik ekonomi seperti pada masa lalu,” kata Obama. Para pemimpin juga sepakat para eksekutif bank tidak boleh diberi bonus hingga berlipat-lipat. Karena kompensasi seperti itu membuat penurunan akuntabilitas pada investasi berisiko. Mengomentari pertemuan di Pittsburgh itu, pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy menilai peran Indonesia hanya sebagai negara penggembira di G-20. Hal itu mengingat Indonesia datang dengan agenda-agenda yang tidak jelas. Menurut dia, KTT G-20 harusnya dimanfaat¬kan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dalam diplomasi internasional sehingga tidak hanya mengamini dan ikut-ikutan oleh berbagai isu yang diusung negera-negara maju. “Indonesia masih hijau dalam percaturan ekonomi-politik internasional. Sehingga tidak menyadari perang ekonomi antara negara-negara maju (AS, Uni Eropa dan Jepang) melawan negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India dan China),” katanya di Jakarta. Dia menganalisis, pertemuan G-20 memiliki tiga isu mendasar yakni standar ganda negara-negara maju yang mendengungkan liberalisme meskipun di dalam negeri menjalankan proteksionisme, peranan G-8 yang digantikan oleh G-20 yang berarti pergeseran perimbangan kekuatan global dan globalisasi pada praktiknya tidak sekadar perang dagang (trade war), tetapi perang ekonomi (economic war). “Indonesia selama ini menjalankan fungsi pesuruh negara-negara maju yakni meliberalisasi perekonomian tanpa ada strategi yang jelas,” katanya. Reformasi IMF Pada KTT G-20 itu, para pemimpin sepakat untuk meminta Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan pengawasan yang lebih besar terhadap kebijakan ekonomi mereka. G-20 akan mengupayakan kerangka kerja internasional yang telah disepakati untuk kembali ke pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan mengingini perluasan dari peran pengawasan IMF. “Kami meminta IMF membantu menteri keuangan dan gubernur bank sentral kami, dalam proses saling penilaian ini melalui pengembangan sebuah analisis yang berpandangan maju mengenai apakah kebijakan yang dilancarkan oleh individu negara G-20 secara kolektif konsisten dengan jalan yang lebih berkelanjutan dan seimbang untuk ekonomi global,” kata kelompok tersebut dalam pernyataannya. Forum ini juga menerima usul AS untuk membentuk kerangka pertumbuhan ekonomi seimbang dan berkelanjutan sebagai upaya menangani melonjaknya defisit anggaran AS serta surplus besar perdagangan China. Kerangka tersebut akan menentukan sasaran ekonomi bagi masing-masing negara. Dana Moneter Internasional (IMF) secara berkala akan diberikan tugas memeriksa pencapaian sasaran tersebut, namun tidak akan memberikan sanksi kepada negara-negara yang tidak dapat mencapai sasaran. Sementara itu, Rusia mendukung keputusan G-20 untuk memberikan lebih banyak pengaruh negara-negara berkembang di IMF dan keputusan untuk membuat G-20 sebagai forum ekonomi utama dunia. Pemimpin Kelompok 20 negara-negara kaya dan berkembang didesak menyetujui reformasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menyeimbangkan struktur dan tata pemerintahan. Para pemimpin dunia G-20 juga mengumumkan akan menggantikan G-8 sebagai forum ekonomi utama dunia, suatu langkah yang memberikan tempat di meja utama internasional untuk kekuatan ekonomi sedang tumbuh seperti China dan India. Para pemimpin G-20 yang terlibat dari 19 negara - Argentina, Australia, Brasil, Inggris, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki dan Amerika Serikat. Juga mengambil bagian dalam G-20 adalah Uni Eropa, diwakili oleh Presiden Swedia saat ini. Perdana Menteri Spanyol dan Thailand, yang merupakan ketua saat ini Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), mengambil bagian sebagai pengamat, seperti juga menteri keuangan Singapura, yang kini memimpin APEC.(ap/an/swo)
BANTEN
Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:12

Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Banten mengerahkan dua unit anjing pelacak (K9) untuk menyisir kendaraan pemudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.

NASIONAL
Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31

Pemerintah memastikan rencana rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026 sebenarnya sudah mulai dirumuskan. Namun, keputusan terkait pembukaan formasi CPNS maupun PPPK 2026 masih belum diumumkan karena pemerintah masih menahan penetapan final.

TEKNO
Aplikasi Trading PINTU Buka Layanan VIP, Tawarkan 6 Keunggulan Ekskuslif

Aplikasi Trading PINTU Buka Layanan VIP, Tawarkan 6 Keunggulan Ekskuslif

Minggu, 15 Maret 2026 | 20:25

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi meluncurkan Pintu VIP.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill