Connect With Us

RS Polri Siapkan 2 Peti Jenazah untuk SZ dan Syahrir

| Minggu, 11 Oktober 2009 | 15:25

TANGERANGNEWS- RS Polri Sukanto telah menyiapkan 2 peti jenazah untuk tersangka teroris Syaifudin Zuhri (SZ) dan Syahrir. Pada Senin 12 Oktober jenazah akan diserahkan kepada keluarga. Pantauan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (11/10), sekitar pukul 13.15 WIB, sebuah mobil ambulans APV silver bernopol B 8247 YQ datang dan menurunkan 2 peti jenazah berwarna coklat. Peti itu langsung dibawa masuk ke kamar mayat rumah sakit tersebut. Di kamar jenazah tersimpan jasad SZ dan Syahrir. "Kita hanya menerima order saja. Jadi tidak mengetahui ini peti untuk siapa," jelas petugas pengantar peti yang enggan disebutkan namanya. Tidak ada petugas rumah sakit atau kepolisian yang bersedia memberikan komentar. Namun sebelumnya berdasarkan keterangan keluarga, 2 tersangka pelaku teror itu setelah diambil akan langsung dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur. (dtkl)
TANGSEL
Disimpan Dalam Tupperware, Kurir Diringkus Hendak Bawa 20,5 Kg Sabu ke Ciputat Tangsel

Disimpan Dalam Tupperware, Kurir Diringkus Hendak Bawa 20,5 Kg Sabu ke Ciputat Tangsel

Rabu, 23 September 2026 | 18:36

Seorang kurir sabu berinisial KH, 61, diringkus aparat Polres Metro Jakarta Pusat membawa 20,5 kilogram sabu-sabu di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

SPORT
Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Senin, 21 September 2026 | 17:38

PLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill