Connect With Us

Sebanyak 20 Unit Hunian Sementara Dibangun

| Sabtu, 28 Maret 2009 | 20:38

TANGERANGNEWS.COM-Sebanyak 20 unit hunian sementara dibangun di dekat tanggul yang jebol. Hunian itu rencananya akan dihuni 55 kepala keluarga dengan pembagian satu unit diperkirakan akan dihuni tiga keluarga. Hunian menyerupai rumah dengan bahan dasar menggunakan triplek dan berlantaikan semen itu, dibangun lengkap dengan dapur umum dan air bersih siap minum. "Rencananya satu unit tiga keluarga, namun itu semua tergantung jumlah keluarga. Yang terpenting kita menyelamatkan para ibu dan anak-anak," ujar Hendra Koordinator pembuat hunian sementara hari ini. Sementara itu, mulai malam sejumlah pengungsi terlihat mulai gelisah di Desa Gunung (dekat tanggul jebol). Mereka mulai mencari lokasi istirahat. Sejumlah penghuni mengatakan, sulit mencari lokasi yang aman untuk istirahat. "Meski begitu mau bagaimana lagi saya harus tetap beristirahat dengan keadaan yang seperti ini,"ucap Resti warga yang bermalam di tenda pengungsian dekat tanggul jebol. Sementara itu dua mayat pada pukul 20.30 WIB ditemukan di Kali Pesanggrahan tepatnya di wilayah Rempoa, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Belum diketahui jumlah tersebut sudah termasuk dengan jumlah saat penghentian evakuasi sekitar pukul 20.00 WIB yang berjumlah sekitar 91 orang korban yang tewas. (den)
KAB. TANGERANG
Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:07

Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill