Bidik 10 Besar Dunia di 2029, Bandara Soetta Kebut Transformasi Lewat 3 Program Ini
Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12
Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta sektor perkantoran kembali menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai bentuk antisipasi agar penyebaran virus Corona tidak semakin meluas.
"Mohon kepada perkantoran nonesensial dapat mempertimbangkan untuk menerapkan WFH kembali sebagai bentuk antisipasi terus meningkatnya kasus Covid-19," kata Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis 27 Januari 2022, dikutip dari Antara.
Wiku menekankan kembali bahwa Covid-19 adalah nyata dan masih ada di mana-mana selama status pandemi belum berubah menjadi endemi.
Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan proteksi penuh terhadap diri sendiri.
Sebab, katanya, Covid-19 tidak pandang bulu dan bisa menginfeksi siapa saja, terlebih risikonya menjadi lebih besar pada tenaga kesehatan yang bekerja langsung menangani pasien Covid-19.
Tak hanya itu, menurut Wiku, risiko terbesar juga ada pada pekerja pada sektor esensial yang bekerja di institusi penanganan Covid-19, juga bagi mereka yang akibat tuntutan situasi maupun profesi, memiliki intensitas mobilitas dan interaksi yang tinggi.
Kemudian pada masyarakat, Wiku mengingatkan penggunaan masker yang benar adalah hal kecil yang penting saat pergi ke tempat kerumunan.
Selain itu, Wiku menambahkan, masyarakat penting menahan diri untuk tidak pergi ke kerumunan agar kasus Covid-19 segera turun.
Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam jajaran 10 bandara terbaik dunia pada 2029.
TODAY TAGDirektur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Nagita Slavina mengungkap, alasan di balik penurunan pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews