AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com- Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, masyarakat di berbagai penjuru mulai menggaungkan ucapan dan semangat kemerdekaan.
Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa penggunaan frasa “Dirgahayu HUT RI” yang kerap dituliskan ternyata keliru secara tata bahasa.
Melalui unggahan di akun Instagram @indonesiabaik.id, pemerintah mengingatkan penulisan ucapan hari kemerdekaan hatus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang tepat.
Pasalnya, penulisan yang keliru bukan hanya menyalahi aturan tata bahasa, tetapi juga dapat menyebabkan salah tafsir.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan, kata “dirgahayu” merupakan kata sifat yang berarti “berumur panjang” atau “panjang usia.”
Oleh karena itu, penggunaannya harus langsung diikuti oleh subjek yang berulang tahun, bukan digabungkan dengan istilah “HUT” yang berarti Hari Ulang Tahun.
Sebagai contoh, frasa “Dirgahayu HUT RI” dianggap tidak tepat karena menyiratkan makna “panjang umur hari ulang tahun,” yang tentu saja rancu.
Frasa yang benar adalah “Dirgahayu Republik Indonesia.” Dengan struktur tersebut, makna kalimat menjadi jelas, yaitu harapan agar Republik Indonesia panjang umur dan terus berjaya.
Tidak hanya itu, penulisan seperti “Dirgahayu RI ke-80” atau “Dirgahayu Kemerdekaan Kita ke-80” juga masuk dalam kategori keliru. Penempatan angka atau usia seharusnya tidak langsung menyambung ke kata “dirgahayu,” karena dapat menyebabkan kekeliruan makna.
Beberapa contoh penulisan yang salah dan masih sering ditemukan di masyarakat antara lain:
Sebaliknya, berikut ini adalah contoh penulisan ucapan yang benar dan dianjurkan:
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews